Sentilan Menyengat Ahok Soal Prostitusi Artis

Sentilan Menyengat Ahok Soal Prostitusi Artis

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2015 09:59 WIB
Sentilan Menyengat Ahok Soal Prostitusi Artis
Jakarta - Bukan rahasia umum, bisnis esek-esek sudah ada sejak dahulu mulai dari kelas atas hingga 'jalanan'. Fenomena prostitusi yang kian marak di Ibu Kota tidak mengagetkan bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok menceritakan prostitusi telah ada sejak lama. Namun, banyak orang yang munafik dan pura-pura tidak tahu. Ia mengaku sangat sulit mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah pelacuran ini.

Ahok berpendapat prostitusi papan atas yang merambah kalangan artis sangat cocok ditangani oleh tim Bareskrim Mabes Polri. Ia mengusulkan agar praktik prostitusi terselubung di hotel-hotel dan online diberantas, bukan hanya mengejar PSK kelas jalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, Ahok mengusulkan agar penikmat jasa seks diungkap ke publik seperti di Swedia. Penikmat jasa seks di negara itu dihukum agar dapat menjadi pelajaran.

Β 
Berikut 3 sentilan Ahok:

1. Satpol PP Kerasnya Cuma <i>Pas Nguber</i>

Ahok mendukung penindakan terhadap maraknya prostitusi kelas atas ditangani Bareskrim Polri. Ia berpendapat Satpol PP selama ini hanya keras saat menindak prostitusi 'jalanan'.

"Dengan Perda itu makanya sering suka ada razia-razia. Jadi bisa razia, bisa kejar-kejar di pinggir jalan," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2015).

"Di hotel-hotel banyak, pakai online-online. Itu gimana? Ya Bareskrim. Satpol PP kerasnya cuma pas nguber-nguber di jalan," lanjutnya.

Ahok bercerita ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI pernah ada petugas Satpol PP yang meminta izin melakukan razia PSK di kawasan Kemayoran. Namun, Ahok tidak mengizinkannya.

"Waktu saya baru jadi Wagub, lapor Kepala Satpol PP, Pak izin mau razia PSK di Kemayoran. Saya (bilang) nggak boleh. Kenapa? karena musim hujan, sungai Sunter lagi tinggi," tutur Ahok.

"Pernah kejadian mati kan dulu ada beritanya. Dikejar, loncat, ketabrak mati. Saya bilang, itu PSK yang sudah susah cari tempat, nggak laku-laku, lo kejar-kejar, yang hotel-hotel lo kagak tahu," terangnya.


2. Buka Belang Penikmat Seks!

Ahok angkat bicara mengenai artis yang terlibat bisnis prostitusi. Menurutnya, sebaiknya nama-nama para penikmat jasa PSK diungkap saja ke publik agar ketahuan belangnya.

"Belajar dari Swedia, justru laki-laki yang beli itu yang dihukum. Jadi sekarang kan masalahnya yang membuat (ketentuan) itu oknum anggota DPR, tapi dia terlibat, nggak mungkin kan," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2015).

Ahok setuju jika identitas si pembeli tersebut diungkap ke publik. Siapa tahu ada pula pejabat negara terutama dari DKI yang ternyata menjadi penikmat PSK itu.

"Saya sih sebaiknya diungkap supaya jadi pelajaran. Siapa tahu setelah diungkap ada orang yang melarang prostitusi maki-maki saya, tahu-tahunya dia yang beli, nggak bayar pajak lagi," jelas Ahok.

"Di negara kita ini banyak pejabat yang munafik. Kalau diungkap, kelihatan kan. Oh ternyata yang katanya dia anti prostitusi, tapi sering langganan," lanjutnya.

Ahok menuturkan, gaji pejabat DKI Jakarta sedianya tidak cukup untuk membayar PSK artis yang dipatok dengan harga tinggi. Kalau pun ada ditemukan, maka kemungkinan besar berbentuk gratifikasi atau uang hasil korupsi.

"Nggak mungkin (cukup), itu kalau nggak uang korup, dikasih gratifikasi, atau nggak bayar pajak," tuturnya.

3. Munafik Pura-pura Nggak Tahu

Ahok tidak kaget dengan maraknya prostitusi online di kalangan masyarakat kelas atas. Ia ikut angkat bicara tentang fenomena ini.

"Papan atas mah dari saya masih ngompol udah ada, bos. Cuma kita munafik saja pura-pura enggak tahu," Ahok ketika ditanya pewarta tentang prostitusi papan atas yang diduga melibatkan artis AA dan bertarif Rp 80 juta hingga Rp 200 juta ini.

Komentar itu disampaikan Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015).

Menurut Ahok, pengguna jasa PSK papan atas biasanya oknum pejabat. "Yang makainya juga banyak oknum pejabat kok. Bisa bayar mahal mana ada duit (kalau bukan didapat dari hasil) duit korup. (Uang hasil) korup baru bisa pakai tuh (sewa PSK papan atas)," kata Ahok.

Ketika ditanya siapa oknum pejabat itu, Ahok enggan membeberkannya.

Ahok mengaku bingung mengatasi masalah prostitusi ini. "Tanya sama yang ngelarang-ngelarang prostitusi supaya kasih tahu saya caranya karena saya dari kecil, dari zaman nabi sudah ada prostitusi. Saya juga bingung caranya," pungkas Ahok.

Seperti diketahui, praktik prostitusi papan atas terungkap saat polisi menangkap artis seksi AA yang juga model majalah dewasa di sebuah hotel bintang limaβ€Ž di Jakarta Selatan. AA saat ini masih berstatus sebagai saksi dan masih diperiksa.

RA menawarkan artis-artis yang bisa diajak check-in itu melalui kontak via BlackBerry Messenger dan WhatsApp. Perempuan-perempuan itu ditawarkan dengan tarif short time dengan kisaran Rp 80 juta hingga Rp 200 juta.
Halaman 2 dari 4
(aan/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads