Salah satu pelaku begal yang ditangkap Rusdi (36). Dia ikut terlibat dalam aksi begal yang menewaskan Mamat Surahmat alias Haji Rahmat, juragan beras di Ciracas, Jaktim. Dalam aksinya itu, Rusdi bertindak selaku penggambar yang mensurvei sasaran yang akan dibegal.
"Saya biasa 'ngegambar' (memetakan situasi dan calon sasaran) di warung. Pokoknya yang kira-kira mau dihantem (disasar) ini di depannya harus ada warung," jelas pria asal Madura ini Rabu (13/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau duduk-duduk lama di warung suka ditanya lagi nungguin apa, saya jawab saja nunggu teman," katanya.
Seperti pada saat hendak membegal Mamat, Rusdi mensurvei aktivitas dan kebiasaan korban melalui sebuah warung yang berada tepat di depan toko beras milik korban. Sambil ngopi-ngopi, Rusdi mengamati korban di warung tersebut.
"Saya ngegambar itu ada sekitar 8 jam sampai toko tutup dan orangnya pulang," kata pria berambut cepak ini.
Awalnya, Rusdi melihat potensi korban untuk dijadikan sasaran begal. Toko korban yang besar dan banyak pembelinya, menjadi kriteria tersangka untuk dijadikan target.
"Awalnya saya jalan berdua sama teman saya si Diman. Saya lihat tokonya besar, boleh nih buat dihantem," katanya.
Rusdi dan Diman hanya dua hari mensurvei sebelum akhirnya korban di eksekusi pada tanggal 21 Maret 2015 petang, di depan Naga Swalayan.
"Kalau sudah A1 (akurat) saya langsung telepon teman saya si Dul," unhkapnya.
Setelah dua hari mengamati korban, Rusdi mengetahui korban biasa pulang antara pukul 17.00-18.00 WIB. Saat survei di warung depan toko beras korban pula, Rusdi mengetahui jika pada saat itu korban memasukkan uang dalam jumlah yang banyak ke dalam kantong keresek.
"Setelah saya informasikan ke Dul kalau korban baru keluar dari toko, saya putar balik di situ dan kembali ke kontrakan di dekay situ juga," ungkapnya.
Selepas itu Rusdi tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Namun, setelah 15 menit menunggu di rumah kontrakan, teman-temannya datang sambil membawa uang banyak hasil rampokan korban.
"Saya waktu itu kebagian Rp 25 juta," cetusnya.
Berbeda halnya dengan perampokan juragan beras, Rusdi yang juga terlibat dalam perampokab uang karyawan SPBU di Jl Putri Nunggal, Ciracas, Jaktim melakukan teknik pengintaian yang berbeda. Karena di depan SPBU itu tidak ada warung, maka ia mengamati korban di bawah pohon.
"Di samping SPBU itu kan ada gang kecil di situ ada pohon rindang, saya nunggu korban di situ dari jam 8 pagi sampai jam 2," tutupnya.
(mei/ndr)











































