"Pelanggan bisa lapor ke BRTI untu tindak lanjut," kata Head of Corporate Communication Indosat, Adrian Prasanto, saat berbincang, Rabu (13/5/2015).
BRTI, atau Badan Regulasi Telekomunikasi, adalah sebuah lembaga independen yang diharapkan bisa melindungi kepentingan publik. BRTI mempunyai fungsi pengaturan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, pengawasan terhadap penyelenggaraan itu, hingga pengendalian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah melakukan serial edukasi agar pelanggan waspada dan kritis terhadap model SMS seperti itu (SMS cabul dan esek-esek), termasuk juga yang model SMS-SMS penipuan," kata Adrian.
SMS yang membuat tak nyaman, salah satunya, diterima oleh pembaca detikcom bernama Erick. Bahkan SMS ini menjadi pengganggu rumah tangga.
"Saya kesal dengan SMS seperti itu. Saya pernah bertengkar sama istri gara-gara SMS kaya gitu," kata Erick.
SMS itu terbaca oleh istri Erick yang menyangka pegawai salah satu perusahaan media itu punya Wanita Idaman Lain. Dugaan sang istri muncul karena nama yang digunakan dalam SMS itu kebetulan sama dengan rekan kantor Erick.
"Entah dari mana dapat nomor saya, tapi SMS seperti itu berpotensi merusak rumah tangga," ulasnya.
"Yang saya pertanyakan juga kenapa mereka masih bisa dapat nomor premium call, apa nggak ada pengawasan dari pemerintah," imbuh Erick yang mengatakan berkali-kali menerima SMS serupa.
Berikut SMS-SMS yang diterima Erick:
-Dari +6285715730433
Tiara lagi bosan nih.pengen jalan gak ada teman.kamu mau kan temenin aku?tlp aq di 08091555999 aq tunggu ya
-Dari +6285694435519
Sayang...aku udah kangen sama kamu, ini private nomor baru aku yaa di 0809-140-1013, telepon aku sekarang yank, aq butuh kamu, kutunggu telpon yaa sayang...
(dnu/tor)











































