Banjir rob menyebabkan terganggunya aktivitas belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Para siswa terpaksa belajar di tempat lain.
Genangan air merendam lima ruang kelas di sekolah tersebut. Pada Rabu (13/5/2015), ketinggian air terlihat bervariasi antara dari 15 - 25 sentimeter.
Situasi ini membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tak bisa dilaksanakan di kelas. Para siswa kemudian diungsikan ke bangunan sekitar yang aman dari banjir. Sebanyak 128 siswa dari kelas 3B, 4A-B, kelas 5 dan kelas 6, terpaksa dipindahkan ke ruang perpustakaan, gedung baru dan ruang musala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada meja, menulis harus menunduk, pegal-pegal," ujarnya.
"Kurang nyaman. Harus basah-basahan, gatal-gatal kaki," sahut Bilal, siswa lainnya.
Kepala SDN Tegaldowo, Purnomo mengatakan, banjir rob di sekolahnya mulai terjadi pada Selasa (12/5) sore. Kondisi seperti ini sudah sering terjadi, dan akan semakin parah dengan adanya hujan.
"Lima lokal terendam, dan terpaksa kami alihkan di ruangan lainnya yang tidak tergenang air," kata Purnomo.
Purnomo berharap, pemerintah memikirkan kondisi sekolah mereka yang memang langganan banjir, baik rob maupun hujan. Diharapkan ruangan ditinggikan agar air tidak masuk ke dalam kelas.
(rul/try)











































