Ngaku Kerja di Batubara dan Hidup Mewah, Ternyata Kusnaidi Perampok Nasabah

Ngaku Kerja di Batubara dan Hidup Mewah, Ternyata Kusnaidi Perampok Nasabah

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2015 13:15 WIB
Ngaku Kerja di Batubara dan Hidup Mewah, Ternyata Kusnaidi Perampok Nasabah
Polisi mengamankan rumah tersangka perampokan (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kusnaidi alias Utuh (45) kini tak bisa lagi ongkang-ongkang di rumah mewahnya. Ia dibekuk polisi karena terlibat dalam perampokan nasabah di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). 4 Temannya juga ikut diamankan.

"Dia (Kusnaidi) mengaku bekerja di perusahaan batubara. Karena itu tetangga tidak curiga," kata Kanit Resmob Polda Kalsel AKP Arief Prasetya kepada detikcom, Rabu (13/5/2015).

Kusnaidi merupakan warga Jl Golf Perumahan Wengga, Banjarmasin. Perumahan tempat tinggalnya tergolong mewah di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat anggota komplotan Kusnaidi adalah Mahyuni (46), warga Pekapuran, Banjar Timur, Banjarmasin; Murdianto alias Anto Banyu (37), warga Landasan Ulin, Banjar Baru, Banjarmasin; Imam Wahyudi (31), warga Sungai Ulin, Banjar Baru; dan Maskoni (44), warga Martapura, Banjarmasin. Mereka dibekuk secara bergelombang sejak pekan lalu oleh tim gabungan Resmob Polda Kalsel dan Polres Tanah Bumbu.

Berdasarkan pemeriksaan, Kusnaidi, Murdianto, dan Maskoni berperan sebagai eksekutor. Imam sebagai joki, sedangkan Mahyuni sebagai pemantau atau tukang survei.

"Modusnya, mereka mengawasi sasaran. Kemudian mereka membuntuti, lalu memecahkan kaca mobil saat situasi memungkinkan dan mengambil tas berisi uang," tutur Arief.

Jejak kriminal komplotan ini terendus setelah polisi memantau rekaman CCTV. Pelaku terlihat di sekitar bank sasaran, tapi tidak melakukan transaksi. Berdasarkan identifikasi wajah dan pengembangan, satu per satu anggota komplotan dibekuk.

Kanit Jatanras Polres Tanah Bumbu Ipda Wahyudi menambahkan, sejauh ini pelaku beraksi di 20 lokasi. "Mereka residivis kasus yang sama," katanya.

Saat ini, pelaku masih didalami keterangannya. Dipastikan mereka mendapatkan uang ratusan juta dari aksi kriminalnya. Barang bukti yang diamankan adalah 6 sepeda motor, laptop, tablet, TV, dan 8 ponsel.

(try/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini