Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, ada tiga skema bantuan permodalan yang dilakukan dengan bekerjasama dengan Bank Jateng tersebut. Nantinya bantuan akan diberikan sesuai kelasnya yaitu dari jumlah modal yang dibutuhkan.
"Kita sudah hitung, yang disambati (dikeluhkan) pedagang tidak hanya soal lokasi tapi modalnya dari mana. Kita bantu permodalan dengan tiga skema," kata Ganjar di kantornya, Rabu (13/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat perkembangannya. Kredit Usaha Produktif, bunganya tidak bunga komersil.
Skema pertama dan kedua, Bank Jateng akan membina langsung terkait pelaporan dan pembinaan," terang Gajar.
"Akan diberikan saat sudah mulai relokasi sementara di Masjid Agung Jawa Tengah," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi kecurangan, lanjut Ganjar, pedagang harus memenuhi syarat dan menunjukkan dokumen tertentu. Sebagai alat kontrol, Ganjar menyerahkan kepada Dinas Pasar Kota Semarang.
"Ada syaratnya, kita akan kerjasama dengan Dinas Pasar agar ada yang memastikan tidak ada penumpang liar," pungkasnya.
Ia menambahkan dari hasil diskusi dengan Pemkot Semarang, dana bantuan yang diajukan adalah Rp 27 miliar, namun setelah dihitung ulang disepakati Rp 21,55 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemprov Jateng akan membantu Rp 13,55 miliar.
"Sisanya Pemkot Semarang," pungkasnya.
(alg/rul)










































