Usul Gubernur Ganjar Agar Renovasi Pasar Johar Punya 'Wow Effect'

Usul Gubernur Ganjar Agar Renovasi Pasar Johar Punya 'Wow Effect'

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2015 11:48 WIB
Usul Gubernur Ganjar Agar Renovasi Pasar Johar Punya Wow Effect
Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sangat berharap renovasi pasar Johar tidak merubah desain asli karya ahli Belanda, Ir Thomas Karsten. Ia pun memiliki ide agar wujud asli Pasar Johar nantinya tidak lagi tertutup kios pedagang yang berdiri mengelilingi.

Semua kios di Pasar Johar dan Yaik Permai terbakar akibat si jago merah yang mengamuk hari Sabtu (9/5) lalu. Namun kios-kios yang roboh justru memperlihatkan bentuk asli Pasar Johar seperti saat dibangun tahun 1938 lalu.

Ganjar mengatakan, jika renovasi dilakukan, maka bentuk tersebut harus tetap dipertahankan dan lingkungannya ditata terutama kios pedagang yang tadinya menutupi Pasar Johar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau itu nanti kembali ke bentuk semula, itu ada yang mengawasi. Buat apa kalau desain arsitektur semula tapi ditutupi kios," kata Ganjar di kantornya, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (13/5/2015).

Politisi PDIP itu pun punya usul, yaitu renovasi Pasar Yaik Permai yang juga ikut terbakar tersebut bisa dilakukan dengan merubahnya menjadi bangunan modern bertingkat. Sehingga pedagang yang kiosnya menutup keindahan pasar Johar bisa berjualan di gedung baru itu.

"Yang bukan cagar budaya dibikin modern, jadi ada perpaduan antara heritage dan modern. Yang modern dibuat agak tinggian, jadi tidak suksukan (berdesakan) di heritage. Kita dorong, masukkan ke yang baru," terang Ganjar.

Dengan penataan seperti itu, nantinya pedagang yang datang ke pasar Yaik Permai bisa melihat Pasar Johar yang bersejarah dari ketinggian. Selain itu dengan penataan yang baik, bisa mendorong wisatawan yang datang ke Semarang agar melancong ke Pasar Johar.

"Saya bayangkan kalau orang masuk gedung baru itu lihat ke bawah (melihat Johar). Jangan hanya sejarah masa lalu, kita bikin beneran, jadi ada 'Wow effect'-nya, seperti Cendawan yang sudah dibuat ratusan tahun lalu itu. Jadi datang ke Semarang itu pengen datang ke Johar," tegasnya.

Diketahui bangunan Pasar Johar yang sudah di desain sejak tahun 1933 oleh Ir Thomas Karsten itu memiliki ciri khas konstruksi Cendawan yaitu penyangga atap berbentuk payung dan atap yang memiliki peninggi sebagai ventilasi atau ruang masuk sinar matahari.

Mutu beton yang digunakan Karsten adalah beton bermutu K400 atau memiliki kekuatan tekan 400 kg/cm2 sehingga meski terbakar hebat, bangunan tersebut tetap berdiri kokoh.

Saat ini kondisi Pasar Johar dan Yaik Permai masih cukup parah dengan puing-puing kios yang terbakar. Ribuan pedagang kehilangan mata pencahariannya. Saat ini Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang mengupayakan berbagai bantuan termasuk relokasi sementara.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads