Marak SMS Cabul, Meutya Hafid: Perketat Pembelian Nomor Prabayar

SMS Esek-esek

Marak SMS Cabul, Meutya Hafid: Perketat Pembelian Nomor Prabayar

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 13 Mei 2015 11:43 WIB
Marak SMS Cabul, Meutya Hafid: Perketat Pembelian Nomor Prabayar
Meutya Hafid (Foto-detikcom)
Jakarta - Pengguna telepon seluler di Indonesia mungkin harus sering bersabar. Aneka 'bom' pesan pendek kerap mampir di telepon genggam tanpa diharapkan. Mulai dari 'mama minta pulsa', penawaran kartu kredit, kredit tanpa agunan, hingga yang paling mutakhir adalah SMS mesum alias cabul.

Politisi Partai Golongan Karya Meutya Viada Hafid angkat bicara terkait maraknya 'bom' SMS tersebut. Perempuan yang juga pegiat komunikasi dan informatika itu menyebut salah satu upaya yang bisa ditempuh untuk mencegahnya adalah dengan memperketat pengaturan nomor prabayar.

"Amat penting adalah pengaturan nomor prabayar yang lebih ketat, di Komisi I DPR sempat dibahas mengenai penetapan aturan yang lebih ketat untuk membeli nomor prabayar," kata Meutya saat berbicang dengan detikcom, Rabu (13/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Meutya mungkin hanya di Indonesia sebuah kartu perdana telepon genggam dijual amat bebas. Pembeli tidak ditanya soal identitas kartu tanda penduduk. Bahkan satu orang bisa memiliki ratusan nomor HP. "Ini perlu dibenahi, harus ada batasan nomor telepon seluler," kata anggota Fraksi Partai Golkar DPR itu.

Dia kemudian mencontohkan, di luar negeri orang membeli kartu perdana harus rela ribet dengan menunjukkan kartu identitas, itu pun dengan layanan yang terbatas. Misalnya layanan data internet tidak diberikan pada kartu jenis tertentu.

"Dengan pembenahan ini sehingga pelanggaran-pelanggaran baik itu yang mengarah ke prostitusi, keamanan atau terorisme dan lain-lain bisa dikurangi," kata Meutya.

(erd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads