Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto menjelaskan, peristiwa terjadi pada pukul 21.30 WIB, Senin (11/5), ketika sopir Taksi Express tengah beristirahat di dalam mobilnya.
"Ini masih kita dalami motifnya apa merampas taksi tersebut. Karena berdasarkan keterangan korban, ada beberapa tingkah aneh dari tersangka ini selama di dalam taksi tersebut sebelum akhirnya merampas taksi tersebut," jelas Didik kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengakuannya taksi itu mau dipakai muter-muter Jakarta. Tetapi ini masih kita dalami dan tersangka juga akan kita periksa kejiwaannya mengingat perilakunya yang aneh ini," ungkap Didik.
Sementara itu, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen menjelaskan, awalnya tersangka ini membuka pintu taksi bagian pengemudi. Diduga saat itu tersangka hendak mencuri taksi tersebut.
"Tetapi karena di kemudi taksi ini ada pengemudinya kemudian tersangka langsung membuka pintu belakang dan langsung masuk ke dalam taksi tersebut," jelas Handik.
Sopir taksi yang mendengar pintu penumpang terbuka, langsung terbangun dan menanyakan tujuan tersangka. Saat itu, tersangka meminta diantarkan ke hotel yang kosong.
Saat berada di dalam taksi, tersangka mulai berlagak aneh. Entah pura-pura atau tidak, namun ia meminta hal-hal yang aneh kepada sopir selama di dalam taksi tersebut.
"Setelah di dalam taksi, tersangka meminta pakaian bersih kepada sopir taksi ini, namun si sopir ini menolaknya," ungkap Handik.
Beberapa menit kemudian, tersangka meminta sopir untuk mencarikan hotel untuk tersangka. Namun lagi-lagi tersangka bertingkah aneh.
"Tersangka meminta dicarikan hotel, tetapi minta sopir untuk bayarin hotelnya. Sopir jelas menolaknya," tambah Handik.
Di situ, sopir mulai tergangu dengan tersangka. Hingga akhirnya, sopir ini berhenti di depan Pos Polisi Blok M, lalu turun untuk meminta polisi mengamankan pria tersebut.
"Saat sopir ini keluar, taksi kan masih dalam keadaan menyala mesinnya, langsung dibawa kabur sama tersangka," tuturnya.
Sang sopir yang melihat aksi pencurian armada taksinya di depan mata langsung melapor ke Polda Metro Jaya ditemani oleh anggota Pospol Blok M. Polisi yang mendapat laporan, langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menyergap tersangka di Tol Cikampek.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto mengatakan, pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan sopir taksi karena khawatir taksi tersebut akan digunakan kejahatan oleh tersangka.
"Kita atensi kasus ini karena takutnya taksinya dipakai untuk kejahatan seperti yang pernah kita ungkap beberapa waktu lalu. Tetapi sejauh ini, tidak ada aksi kriminal yang dilakukan tersangka pada saat mengendarai taksi tersebut," kata Heru.
"Meski demikian, kita juga tetap mendalami tersangka ini apakah memang ada kaitannya dengan sindikat curanmor atau tidak," tambahnya.
(mei/bar)











































