SBY lewat akun twitter-nya pertama kali mengungkapkan bahwa Jokowi sudah berkenan hadir dalam pembukaan kongres. Hanya saja, Jokowi masih melakukan perjalanan dinas ke Papua Nugini hingga 12 Mei 2015.
Jokowi sempat menyatakan tak bisa memastikan kehadirannya karena harus mengecek jadwal kegiatannya. Namun, pada akhirnya Jokowi tiba di Surabaya pada Selasa siang hari untuk menghadiri Kongres PD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah saatnya kita melangkah bersama untuk tugas berikutnya, mewujudkan Indonesia berdaulat dan berkepribadian," kata Jokowi dalam pidatonya.
Di depan SBY, Jokowi menegaskan bahwa rakyat saat ini membutuhkan rasa aman dan stabilitas politik. Perbedaan antara partai politik sudah selayaknya disalurkan untuk hal positif dan membangun bangsa.
"Perbedaan tidak harus membuat kegaduhan politik. Kita memerlukan pemeritahan kerja efektif tanpa mengesampingkan prinsip check and balance. Kita membutuhkan solidaritas sosial," ucap Jokowi.
Setelan jas yang dipakai Jokowi pun disiapkan khusus untuk Kongres PD. Dia sengaja tak memakai kemeja putih yang menjadi ciri khasnya karena
"Kalau saya pakai putih, langsung (membalik tangannya). Sekali kali boleh rapi. Kalau kalah sama Pak SBY kalah kalah dikitlah, kerapian loh," tuturnya di sela-sela pidato yang disambut tawa hadirin.
Kehadiran Jokowi serta ajakan yang disampaikannya di depan SBY memberikan sinyal-sinyal makin dekatnya PD dengan pemerintahan. Mungkinkah PD yang selama ini sebagai partai penyeimbang masuk ke dalam kabinet?
Jokowi yang ditanya wartawan usai acara pun hanya tertawa. Dengan didampingi SBY di sampingnya, Jokowi menyebut memang sudah seharusnya partai politik semakin mesra.
"Semua partai sekarang semakin mesra, kan bagus untuk negara. Bagus untuk bangsa," ucapnya.
(imk/trq)











































