"Saya kira penanganan perkara tidak ada pengaruhnya dengan permintaan dari Pak Jero Wacik," kata Plt Pimpinan KPK Johan Budi menggelar jumpa pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2015).
"KPK menangani perkara tentu harus melihat dari sisi perkaranya itu. Bahwa kemudian mengeluarkan statement minta bantuan, ya itu haknya Pak Jero," sambung Johan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lebih suka pertanyaan yang tidak berandai-andai, karena kita hidup tidak di ruang hampa. Jadi yang konkret saja," imbuh Johan disambut tawa para awak media.
Permintaan tolong Jero disampaikan saat akan dibawa ke Rutan Cipinang dari kantor KPK, Selasa (5/5) lalu. Ia meminta bantuan pada JK dan SBY yang di pemerintahan sebelumnya adalah atasannya.
"Saya merasa diperlakukan tidak adil. Pak Wapres, Pak JK, lima tahun saya di bawah bapak. Pak SBY juga, Pak Presiden ke-6 karena saya diperlakukan seperti ini saya mohon dibantu," pinta Jero yang pernah menjadi Menteri Pariwisata dan ESDM ini.
Tak hanya pada JK dan SBY, politisi Demokrat itu juga meminta bantuan Presiden Jokowi karena merasa Jokowi mengenalnya dengan baik dan minta agar tak ditahan.
"Saya mohon Pak Presiden Jokowi, bapak mengenal saya dengan baik. Keadilan harus ditegakkan, harus tegak adil. Karena banyak pihak yang mengatakan seperti itu tidak ditahan," ucap Jero.
(bar/fdn)










































