Lokasi pemburu akik itu memang berada di sentra penjualan akik di Pasar Johar, yaitu berada di lantai dua, sisi sebelah Barat. Orang-orang mulai dari anak-anak, ibu-ibu, dan orang dewasa lainnya berjongkok dan mengais hingga asap dan abu bertebaran.
Salah satu pemburu akik tersebut adalah Yanto (24) warga Pekojan Semarang Tengah. Pecinta batu akik ini mengajak dua adiknya untuk mengais. Berbekal ember kecil dan sekop kecil, dia memasukkan batu-batu akik dan ring ke dalam embernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu remaja bernama Chandra (16) warga Kaligawe Semarang lebih beruntung dari Yanto. Ia mendapatkan tujuh batu akik berbagai jenis seperti Zamrud, Batu Aswad dan Pancawarna. Bahkan dia mendapat cincin utuh dengan mata batu King Sulaiman warna coklat muda.
"Ini saya dapat yang utuh. Langsung saya pakai. Tapi rencananya tetap mau dijual," ujar Chandra sembari mengais puing-puing.
Rata-rata para pemburu akik tersebut bukan pedagang di sana, namun justru pendatang yang sengaja mencari akik. Mereka seolah tidak mempermasalahkan hawa panas, abu berterbangan, dan potongan kaca yang tersebar di sana. Bahkan semakin sore, para pemburu akik ini semakin banyak.
"Saya dateng ke sini sama temen-temen. Memang buat cari akik," tandas Chandra.
Diketahui Pasar Johar dan Yaik terbakar sejak hari Sabtu (9/5) lalu. Hingga saat ini masih terlihat asap mengepul di beberapa titik. Petugas dinas pemadam kebakaran masih bersiaga, selain itu para pedagang juga sudah ada yang mulai membuka lapak.
(alg/try)










































