Bom yang Tewaskan Mantan PM Lebanon Diyakini Bom Bunuh Diri

Bom yang Tewaskan Mantan PM Lebanon Diyakini Bom Bunuh Diri

- detikNews
Rabu, 16 Feb 2005 05:54 WIB
Jakarta - Hasil penyelidikan awal menunjukan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri "hampir pasti" tewas oleh bom bunuh diri. Bom tersebut meledak dekat iring-iringan kendaraan Hariri di Beirut pada hari Senin, setidaknya 15 orang tewas dan 120 lainnya luka-luka.Amerika Serikat memanggil pulang duta besarnya untuk Suriah guna berkonsultasi atas kematian itu. Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa sebelum meninggalkan Damaskus, Duta Besar Margaret Scobey menyampaikan pesan keras kepada pemerintah Suriah.Di Lebanon terdapat sekitar 14 ribu tentara Suriah.Dewan Keamanan PBB akan bersidang guna membicarakan reaksi terhadap pembunuhan yang meningkatkan kekhawatiran bahwa kekerasan yang terjadi di Lebanon saat perang saudara akan kembali terjadi.Pernyataan Dewan Keamanan PBB tampaknya akan mengecam "pemboman oleh teroris" itu dan mendesak pemerintah Lebanon untuk "mengadili pelaku, organisasi dan pendukung aksi teroris yang biadab itu".Rancangan resolusi berbunyi: "Dewan Keamanan mengulangi kembali desakan untuk menghormati kedaulatan, integritas wilayah dan kebebasan politik Lebanon dibawah pemerintahan negara itu di seluruh wilayahnya."Sementara itu, militer Lebanon menetapkan negara dalam keadaan waspada setelah mantan Perdana Menteri Rafik Hariri tewas dalam pembunuhan hari Senin. Sekolah, toko dan fasilitas umum lainnya ditutup di seluruh negara dalam tiga hari masa berkabung.Dewan Keamanan PBB akan bertemu untuk membicarakan pembunuhan yang menimbulkan kekawatiran akan terjadinya kekerasan. Tokoh oposisi Lebanon menyalahkan pemerintah dan Suriah atas kematian Hariri dalam ledakan bom itu.Oposisi juga kembali menyerukan kepada pasukan Suriah untuk menarik diri dari negara itu sebagai tuntutan yang didukung oleh pemerintah Bush di Washington. Suriah menyanggah keterlibatan dalam apa yang disebut "aksi kejahatan yang keji."Lebanon kembali diguncang pembunuhan pejabat tinggi sejak berakhirnya perang saudara tahun 1990, dan militer menetapkan keadaan waspada dan pos pos perbatasan didirikan di seputar Beirut.Kesedihan yang dialami pendukung Hariri berubah menjadi kemarahan dan di ibukota, mereka mencoba membakar kantor kantor Partai Suriah Baath. Di kota kelahiran Hariri, Sidon, demonstran membakar ban dan merintangi jalan jalan.Wartawan BBC Kim Ghattas di Beirut mengatakan setiap orang berduka atas meninggalnya mantan perdana mentri yang memaninkan peranan besar dalam memulihkan negara yang semula dilanda perang ini. Ledakan yang menewaskan sembilan orang tersebut, menimbulkan kerusakan dan membuat 20 mobil terbakar.Pemboman terjadi di samping Hotel St George, dekat pelabuhan kota. Ledakan itu menyebabkan lubang besar di jalan, mobil terbakar dan beranda toko rusak.Hariri dalam perjalanan pulang dari parlemen ketika iring iringan mobilnya diserang dekat pelabuhan di Beirut barat. Penyerangan dilakukan sebelum tengah hari, di daerah sibuk tempat dimana banyak hotel dan bank berada. Anggota iring iringan Hariri diperkirakan juga meninggal karena ledakan tersebut.Presiden Suriah Bashar al-Assad mengutuk serangan bom tersebut dengan menyatakannya sebagai suatu "tindakan kriminal". Beum ada pernyataan resmi mengenai pihak yang melakukan serangan bom ini.Namun kelompok yang menyebut dirinya Pendukung dan Jihad di Suriah dan Lebanon, menyatakan mereka bertanggung jawab atas serangan itu. Hariri dikenal sebagai penentang utama kehadiran militer Suriah di Lebanon. Namun Suriah menentang tuduhan serangan, begitu juga dengan pihak Israel. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads