DetikNews
Selasa 12 Mei 2015, 14:46 WIB

Kisah Machica, Satu Cinta Sejuta Sengketa

- detikNews
Kisah Machica, Satu Cinta Sejuta Sengketa
Jakarta - Machica Mochtar masih berjuang demi nasib anaknya. Istri Mensesneg era Orde Baru, Moerdiono, itu kini berjuang ke Mahkamah Agung (MA) untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) demi pengesahan sang anak.

Langkah Machica demi sang anak tak luput dari perjuangan hukumnya. Berikut kisah perjuangan panjang Machica di ranah hukum yang dirangkum detikcom, Selasa (12/5/2015).

20 Desember 1993
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Moerdiono menikahi Machica Mochtar secara hukum Islam yang dihadiri sekitar 20 orang dengan mas kawin seperangkat alat salat, uang 2 ribu riyal, satu set perhiasan dan berlian, dibayar tunai.

5 Februari 1996
Lahir anak dari hasil perkawinan tersebut M Iqbal Ramadhan

18 Juni 2008
Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, mengesahkan perkawinan tersebut secara Islam tapi perkawinan itu tidak dapat dicatatkan sehingga perkawinan itu tidak diakui oleh negara.

Juli 2008
Keluarga besar Moerdiono mengadakan jumpa pers, yang isinya tidak mengakui Iqbal sebagai anak Moerdiono.

2010
Machica berjuang lewat MK untuk mendapatkan pengakuan tentang status hukum anak Iqbal.

7 Oktober 2011
Moerdiono tutup usia.

17 Februari 2012
Machica menggugat UU Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hasilnya, MK memutuskan anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan keperdataan dengan ibu dan ayah sepanjang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan.

24 April 2013
Machica menggugat Moerdiono ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel) dengan permintaan perkawianannya dengan Moerdiono diakui, M Iqbal adalah anak dari Machica-Moerdiono dan Iqbal berhak mendapat nafkah.

Sayang, PA Jaksel hanya menyatakan M Iqbal Ramadhan adalah anak di luar kawin dari Machica-Moerdiono.

1 Oktober 2013
Pengadilan Tinggi Agama Jakarta menguatkan putusan PA Jaksel.

22 Juli 2014
MA menolak seluruh gugatan Machica. "Dengan ditolaknya tuntutan pemohon kasasi mengenai pengesahan perkawinan di atas, maka tuntutan pemohon agar M Iqbal Ramadhan dinyatakan sebagai anak yang sah, maka harus ditolak," putus majelis dengan ketua majelis hakim agung Habiburrahman dan anggota Mukhtar Zamzami dan Abdul Manan.

Maret 2015
Air mata Machica Mochtar belum habis. Dia mengajukan PK ke MA demi nasib sang anak.


(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed