"Kami bicarakan hal-hal fundamental terkait KPU ke depan. Kualitas demokrasi kita sangat ditentukan oleh bagaimana peran KPU, Bawaslu dan sebagainya dari penyelenggara pemilu," ujar Hasto usai pertemuan di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).
PDIP ingin KPU tetap mempertahankan independensinya, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 yang akan digelar 9 Desember mendatang. Salah satu poin penunjang independensi adalah tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Hasto menyadari apabila saat ini masih ada keterbatasan anggaran untuk mewujudkan hal tersebut. Mengenai anggaran sendiri, komisioner KPU Ferry Kurnia Riskiansyah menyatakan secara terpisah.
Dia menyebut bahwa sebenarnya sudah ada anggaran yang diperuntukan sebagai pengadaan gedung kantor. Namun ada regulasi baru bahwa pemerintah dilarang melakukan pembangunan gedung baru sehingga anggaran itu tak dapat digunakan.
"Kami mengerti adanya upaya penghematan, tetapi mungkin ada dispensasi bagi daerah. Karena KPUD banyak yang masih menumpang ke gedung-gedung pemerintah. Kami (KPU) saja statusnya ini menumpang. Sebenarnya kami ingin ada satu kompleks graha pemilu sehingga di situ ada KPU, Bawaslu, dan DKPP dalam satu kompleks," ungkap Ferry.
(bpn/trq)











































