Menurut Kepala KSDA Seksi III Wilayah Surabaya, RM Wiwied Widodo, sejak ramai pemberitaan dan #SaveSiJambulKuning di media sosial tiap selalu mendapat informasi maupun warga yang ingin menyerahkan satwa yang dilindungi.
"Ada yang hanya sekadar menanyakan prosedur penyerahan, ada juga yang hanya beri informasi kalau tetangganya pelihara jambul kuning. Sehari bisa 4-6 telepon yang masuk," katanya Wiwied kepada detikcom, Selasa (12/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata rata warga yang memelihara kemudian menyerahkan sukarela mengaku tidak tahu jika satwa yang dipeliharanya adalah dilindungi," imbuhnya.
Sedangkan kakatua jambul kuning yang sudah ditangkar sementara, lanjut Wiwied, rata rata warga mengaku membeli dari pasar satwa dan ada juga diberi keluarga.
Selain laporan Kakatua Jambul Kuning, KSDA Surabaya juga mendapat penyerahan satwa dilindungi yang diawetkan dari seorang warga. "Satwa dilindungi yang diawetkan yang diserahkan ke kita terdiri 2 ekor cenderawasih, 2 tanduk rusa, seekor penyu hijau dan seekor penyu sisik," pungkas dia.
(ze/mad)











































