Kemenag Gandeng Garuda dan Saudi Arabian Airlines Berangkatkan Haji 2015

Kemenag Gandeng Garuda dan Saudi Arabian Airlines Berangkatkan Haji 2015

- detikNews
Selasa, 12 Mei 2015 14:24 WIB
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines untuk pengangkutan jemaah haji Indonesia tahun 1436 Hijiriah atau 2015. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan perjanjian secara bersama (MoU).

Penandatangan berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Abdul Jamil, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Arif Wibowo dan General Manager Saudi Arabian Airlines Samir Hayat.

Jamil mengatakan, Kementerian Agama telah melakukan proses penyediaan transportasi udara jemaah haji Indonesia mulai dari proses seleksi, negosiasi, sampai penetapan pelaksana transportasi udara. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi kelengkapan dokumen, PT Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines memenuhi seluruh persyaratan dokumen administrasi dan teknis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita telah undang semua maskapai untuk proses ini. Dan pada akhirnya Garuda dan Saudi Arabian Airlines yang menyampaikan penawaran dan melalui proses verifikasi dari tim menyangkut kelaikan, teknis dan lain-lain," ujar Abdul Jamil.

Jamil menjelaskan, sesuai rencana perjalanan haji tahun 1436 Hijriah atau 2015, kloter pertama akan diberangkatkan secara nasional gelombang I pada 21 Agustus 2015 sampai 3 September 2015 menuju Madinah. Gelombang II pada 4 September 2015 sampai 17 September 2015 dengan tujuan Jeddah.

Jamil berharap, pelayanan yang diberikan oleh dua maskapai penerbangan ini dapat terlaksana dengan baik kepada para jamaah haji.

"Setelah dilakukan penandatanganan perjanjian pengangkutan udara jemaah haji Indonesia 2015, maka PT Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines segera menyiapkan hal-hal teknis lainnya terkait operasional penerbangan haji, termasuk landing permit dan pengajuan slot time baik di Arab Saudi maupun Indonesia," kata Jamil.

(jor/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads