"Seperti Ibu Risma di Surabaya, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, dan Bupati Ngawi Budi Sulistiyono, itu mendapat kesempatan untuk dicalonkan lagi," kata Hasto di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).
Hasto berpendapat bahwa untuk membangun sebuah daerah tak bisa hanya diselesaikan satu periode saja. Tentu hal yang baik akan dipertahankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK itu enggan membeberkan target PDIP di pilkada. Dia hanya menyampaikan sedikit strategi yang akan ditempuh PDIP.
"Besok kami juga mengajak himpunan ahli Psikologi Indonesia untuk membantu melakukan assessment, agar kami betul-betul bisa mencari sosok pemimpin yang merakyat dan menggunakan kekuasaan tersebut untuk mengubah wajah demokrasi agar demokrasi kita semakin terorientasi pada menciptakan kesejahteraan pada rakyat," papar Hasto.
Mengenai pencalonan, Hasto menegaskan PDIP tak akan membajak kader dari partai lain. Meski demikian PDIP terbuka kepada seluruh figur yang ingin mendaftar.
Terkait daerah yang menjadi kantung suara PDIP, Hasto berpacu pada statistik Pemilu 2014 lalu. Terutama daerah yang mendapat perolehan suara di atas 10 persen.
"Tapi tidak tutup kemungkinan daerah-daerah yang pemilihan suaranya di bawah 10 persen, dapat juga dimenangkan," kata dia.
(bpn/trq)










































