Pantauan detikcom di ruko Elang Laut Blok D12 tampak dari luar sebuah toko yang memperjualbelikan perlengkapan bayi dan anak di lantai 1 rukonya. Namun, di lantai 2, 3 dan 4 ruko tersebut puluhan WNA Tiongkok dan Taiwan ini beroperasi melakukan penipuan cyber crime.
"Itu toko bayi hanya kamuflase saja. Mereka beroperasi di lantai 2, 3, dan 4." Ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto di lokasi penggerebekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama beroperasi, tidak ada satu pun warga Indonesia yang menjadi korban penipuan pelaku. Menurut Heru, hal itu lantaran pelaku terkendala karena kesulitan menggunakan bahasa Indonesia.
"Sampai saat ini memang belum ada korbannya di Indonesia. Saya yakinkan korban kecil di sini, mereka (WN Tiongkok dan Taiwan) tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia. Kendala mereka di bahasa. Dan kejahatan ini masuk kejahatan internasional, korban-korbannya ada di negara mereka," ungkapnya.
(tfn/mok)










































