Ahok menduga, ada oknum konsultan yang bermain terkait melambungnya biaya pembangunan tersebut. Hal tersebut disampaikan Ahok saat berkunjung ke PT Aetra Air Jakarta, Jl Jatinegara Kaum, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).
"Kemarin bikin GOR kecamatan Rp 48 miliar. Di bawah 3.000 meter tanahnya. Rp 48 miliar itu buat apa? Saya panggil oknum konsultannya," kata Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok berencana akan menggandeng Bareskrim untuk menindak tegas konsultan tak bertanggung jawab. "Saya mau bicara sama Bareskrim, untuk digugat, dikerjain. Enak aja konsultan," ujarnya.
Terkait kasus pembangunan GOR ini, ia telah memanggil konsultan dari luar negeri. Hasilnya, dengan uang Rp 48 miliar tersebut bisa dibangun GOR yang lebih luas dengan standar internasional.
"Saya panggil lagi konsultan BUMD kita, kalo nggak mau kasih tahu yang bener, saya pecat Anda hari ini. Dia hitung-hitung Rp 25 miliar saja Pak," tutur Ahok.
"Lalu panggil konsultan luar negeri. Saya mau bikin GOR yang persis sama di Amerika dan di Jepang, standar internasional. Dihitung-hitung, Rp 46 miliar saja. Kalau uang kita dipakai dengan benar, seluruh fasilitas di Jakarta adalah standar internasional," tutupnya.
(rna/mok)










































