Menteri PPPA Yohana Susana Yembise menyatakan, kelima daerah yang akan menjadi proyek percontohan itu, yakni daerah-daerah yang selama ini warganya banyak menjadi TKW. Yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur dan Maluku.
Mulai Agustus nanti, kata Yohana, akan ada pemusatan pendidikan bahasa asing dan ketrampilan di lima provinsi itu. Calon tenaga kerja dididik, untuk memahami bahasa Inggris dan bahasa negara tujuan kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yohana menyatakan, selain kemampuan bahasa asing, selama pelatihan calon pekerja akan dilatih juga bidang hospitality, keperawatan, bidang dasar bisnis dan pelatihan pengembangan karakter.
"Jadi tenaga kerja yang dikirim nantinya, yang sudah memiliki keahlian, dan bidang pekerjaannya tidak lagi informal," tukas Yohana.
Terkait dukungan swasta, Yohana menyatakan dia berharap banyak pihak yang terlibat. Hanya saja baru pengusaha Tahir yang menjadi pioner.
Pelatihan ini rencananya akan dimulai pada awal bulan Agustus 2015 secara serentak di lima provinsi itu. Masa kerjasama ini direncanakan selama lima tahun, dan diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp 1 triliun. Diharapkan setiap tahun ada 8.000 calon TKW yang bisa disertakan dalam program ini, sehingga pada akhir kerjasama akan ada 40 ribu TKW berkualitas.
(rul/try)











































