Iqbal memang tak mengingat persis nama anggota yang menerima duit dalam amplop. Pembagian duit menurutnya dilakukan 2-3 hari setelah duit dari Waryono dimasukkan ke mobil Alphard Sutan.
"Amplop-amplop dibawa pulang dulu baru dibagikan, biasanya 2-3 hari baru dibagikan," kata Iqbal dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5/2015).
Menurut Iqbal, ada tiga orang yang mendapatkan amplop di RS Pondok Indah. "Seingat saya ada tiga orang, saya tidak melihat amplop itu diberikan, tapi amplop dimasukkan ke tas selempang yang biasa saya pakai," kata Iqbal.
Anggota penasihat hukum Sutan memang menayakan siapa penerima duit. "Tidak ingat, kalau saya ditunjukkan foto-fotonya saya akan ingat, kalau namanya saya tidak ingat," jawab Iqbal.
Hakim Ketua Artha Theresia lantas membacakan isi berita acara pemeriksaan M Iqbal di KPK. "Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di sini namanya Ali Kastella apakah benar?" tanya Hakim Artha Theresia. "Betul," jawab Iqbal.
"Selanjutnya Saifudin Donodjoyo betul?" tanya hakim Artha lagi. "Saya tidak ingat namanya tapi muka tahu," jawab Iqbal.
Namun Iqbal tidak mengingat satu orang anggota dewan yang ikut menerima amplop. "Ada namanya Alimin Abdullah?" tanya hakim Artha. "Iya, orangnya yang kecil-kecil dari PPP kalau tidak salah,"sebut Iqbal.
Keterangan Iqbal dibantah Sutan. "Untuk saksi Iqbal saya terus terang saja keberatan dan saya menyatakan ini dia membuat fitnah dan keterangan palsu. Nanti bisa dibuktikan seterusnya. Saya mengharapkan penasihat hukum saya untuk melaporkannya sebagai keterangan palsu," kata Sutan menanggapi kesaksian M Iqbal.
Sutan menuding Iqbal telah membuat rekayasa keterangan soal duit yang diberikan Waryono melalui Iryanto Muchyi, tenaga ahli Sutan. Duit lantas diserahkan Iryanto ke M Iqbal di DPR dan ditaruh di mobil Alphard Sutan yang diparkir di basement gedung DPR.
"Ini serius saya katakan karena apa yang disampaikannya itu semua bohong dan mengkhayal. Seperti dia bilang staf pribadi, dia bukan staf pribadi. Dia bikin di situ buka-buka dokumen di atas itu tidak pernah ada," sambungnya.
(fdn/kha)











































