Beraksi di Depok, Ini Daftar 'Dosa' Komplotan Begal Juragan Beras di Ciracas

Beraksi di Depok, Ini Daftar 'Dosa' Komplotan Begal Juragan Beras di Ciracas

- detikNews
Senin, 11 Mei 2015 16:49 WIB
Beraksi di Depok, Ini Daftar Dosa Komplotan Begal Juragan Beras di Ciracas
Jakarta - Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan begal yang menewaskan Mamat Surahmat alias Haji Rahmat di Ciracas, Jaktim, pada Sabtu (21/3) lalu.‎ Selain di Ciracas, dua pelaku yang salah satu di antaranya ditembak mati itu juga pernah melakukan aksi begal serupa yang sempat menghebohkan warga di wilayah Depok.

"Kelompok ini‎ mengaku sudah 4 kali melakukan aksi begal di wilayah Ciracas, Jakarta Timur dan juga di Depok yang terjadi baru-baru ini," jelas Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan saat dikonfirmasi detikcom, Senin (11/5/2015).

Ada dua tersangka yang ditangkap polisi, yakni Abdillah Ihsan dan Abdullah alias Dul. Dul tewas ditembak polisi karena berusaha kabur dan melawan polisi saat hendak dilakukan pengembangan, di wilayah Ciracas, Jakarta Timur, siang tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pengakuan tersangka Abdillah, dia bersama keelompoknya juga pernah melakukan penembakan terhadap seorang korban di depan SPBU Radar Auri, Jl Tarunajaya, Ciracas, Jakarta Timur, pada Februari 2015 lalu. Korban bernama Mulyana ditembak dii bagian perut dan tembus ke pinggang kirinya, juga dibacok di bagian kepalanya. Saat itu korban hendak menyetorkan uang SPBU ke bank.

Pada Maret 2015 lalu, mereka membegal Mamat di depan Naga Swalayan, di Jl Raya Bogor, Ciracas, Jaktim. Korban yang saat itu membawa uang Rp 500 juta, ditembak di bagian dadanya hingga tewas di tempat.

"Mereka juga pernah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap Endang Suhendar di dekat SPBU Cipayung, Jl Jembatan Serong, Depok," katanya.

Di situ, para pelaku memepet korban di depan Toko Bangungan Abadi RT 02/02, Cipayung, Depok, saat hendak menyetorkan uang SPBU ke bank. Korban kemudian ditembak di pelipis kepalanya,‎ sementara uang Rp 185 juta raib dibawa para pelaku.

Mereka juga mengklaim atas pembegalan korban Joko Santoso, di Jl Ciherang RT 01/05 Sukatani, Tapos, depok, pada April 2015 lalu. Saat itu, korban yang menyimpan uang puluhan juta di jok SPBU dibegal para pelaku.

Para pelaku saat itu sempat menembak korban di bagian dada kiri, dada kanan, perut dan pahanya. Beruntung korban selamat dalam peristiwa ini karena warga bereaksi.

(mei/fiq)


Berita Terkait