Di bagian depan pasar Johar sudah terlihat beberapa kios yang hangus dan roboh. Kondisi paling parah ada di bagian dalam pasar, semua kios yang tadinya padat, kini hangus dan luluh lantak.
Masih di bagian dalam, konstruksi penyangga atap yang khas yaitu Cendawan masih kokoh. Atap berupa plat beton datar dengan pertinggian lubang ventilasi berbentuk segi enam menjadi penerangan dengan memanfaatkan sinar matahari yang masuk ke bagian dalam pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya Pasar Johar, Pasar Yaik yang berada di sebelahnya juga ikut dilalap si jago merah. Kondisinya serupa dengan pasar Johar, hangus beserta barang dagangan pemilik kios.
Beberapa pedagang masih berusaha mengais di kios mereka yang roboh, berharap masih ada barang yang bisa diselamatkan. Hingga saat ini, Senin (11/5) api sudah mulai padam meski masih ada titik api di bagian dalam pasar.
"Bangunan buatan jaman Belanda-nya masih utuh, tapi tidak tahu bagaimana konstruksinya. Yang rusak itu malah (kios) tambahan," kata Sumarsono, Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Senin (11/5/2015).
(alg/try)











































