3.900 Lelang Belum Dilaporkan, Ahok: Bukti Nggak Biasa Belanja Benar

3.900 Lelang Belum Dilaporkan, Ahok: Bukti Nggak Biasa Belanja Benar

- detikNews
Senin, 11 Mei 2015 16:29 WIB
3.900 Lelang Belum Dilaporkan, Ahok: Bukti Nggak Biasa Belanja Benar
Jakarta - Pelaporan lelang pekerjaan dinas-dinas tahun ini terlambat. Dari 6.800 paket pengerjaan, baru terkumpul 2.900 dokumen dan 4 di antaranya telah selesai dilelang.

Melihat hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) tidak terkejut. Sebaliknya, dia telah memprediksi pelaksanaan lelang tahun ini akan berantakan karena penerapan sistem e-budgeting untuk memutus 'permainan' oknum SKPD dengan oknum DPRD.

"Ini bukti SKPD di DKI nggak biasa belanja yang benar. Selama ini targetnya cuma habiskan duit. Saya sudah
perkirakan tahun ini akan berantakan. Begitu saya suruh masukan ke e-budgeting, kaget semua," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok mengaku tidak mengharapkan target apa-apa dari lelang tersebut. Baginya, yang terpenting penanganan masalah waduk, transportasi umum dan kesehatan bagi warga DKI tidak terbengkalai.

"Saya nggak harapin target. Yang penting Tanggul A NCID ( North Costal Integrated Devense) minimal bisa
selesai tahun ini berapa bagian, beli tanah untuk waduk selesai, pengerukan kan sudah pakai alat sendiri, Trans Jakarta bisa beli bus beres, beli truk sampah beres, anak-anak bisa sekolah dan kesehatan beres," urainya.

Apabila kinerja PNS DKI yang saat ini mendapat 'rapor merah' dari Ahok, dirinya tidak akan segan-segan mencopot pejabat eselon III dan IV yang tidak becus bekerja. Sebab, dirinya sudah meminta jajarannya untuk menyiapkan berkas lelang sejak November 2014 lalu.

"Padahal saya sudah bilang untuk
lelang dari November tapi nggak dilakukan. Kita akan evaluasi, eselon III-IV distafkan. Kalau gitu nggak dapat TKD (tunjangan kinerja daerah). Semakin banyak yang distafkan, semakin baik karena nanti sisanya tinggal yang
baik-baik kerja. Biar saja semua PHL (Pekerja Harian Lepas)," kecam Ahok.

Baginya tidak ada masalah jika harus memangkas banyak PNS DKI lagi. Menurut dia, gaji PNS DKI sudah tergolong tinggi jika dibandingkan dengan PNS-PNS daerah lain. Namun, Ahok tidak habis pikir dengan mereka yang serakah hingga terus merasa kekurangan.

"Saya keluarin saja yang macam-macam. Kalau dikeluarin ya nanti saya tinggal
buka pendaftaran saja, saya yakin semua PNS di seluruh Indonesia mau
kok mendaftar," kata Ahok.




(aws/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads