Selain Ical dan Agung, Muncul Kubu Ketiga di Partai Golkar

Babak Baru Kisruh Golkar

Selain Ical dan Agung, Muncul Kubu Ketiga di Partai Golkar

- detikNews
Senin, 11 Mei 2015 15:59 WIB
Selain Ical dan Agung, Muncul Kubu Ketiga di Partai Golkar
Foto ilustrasi dua kubu di Partai Golkar. (detikcom)
Jakarta -

Konflik dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Golongan Karya tak kunjung mereda. Perseteruan kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical) malah makin meruncing.

Kian memanasnya konflik di tubuh partai berlambang pohon beringin itu membuat gerah sejumlah politisinya. Kubu ketiga di Partai Golkar pun muncul. Kali ini dimotori oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang juga anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional Bali.

Putra mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Soeharto itu 'menggalang' Dewan Perwakilan Daerah tingkat I dan II untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Munaslub digelar agar Partai Golkar segera memiliki kepengurusan yang sah sehingga bisa ikut pemilihan kepala daerah yang pendaftarannya akan dimulai pada 26 sampai 28 Juli 2015 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"DPD1,2 Golkar yang Bersedia Gabung Munas Luar Biasa Golkar, Monggo hub (hubungi) Akbar Tandjung atau Asisten saya," kata Tommy Soeharto melalui akun Twitternya, @HutomoMP_9 yang dikutip detikcom, Senin (11/5/2015).

Akun Twitter tersebut diakui oleh Siti Hedijati Harijadi alias Titiek Soeharto sebagai akun milik sang adik Tommy.

Sementara Akbar Tandjung kepada detikcom hari ini mengaku belum dihubungi Tommy Soeharto untuk menggelar Munaslub. Namun dia mengaku memiliki solusi yang sama dengan Tommy terkait penyelesaian konflik Golkar ini, yakni Munaslub.

Menurut Akbar sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), Munaslub bisa digelar oleh Partai Golkar dengan sejumlah syarat. Antara lain, saat partai dalam keadaan terancam, dan mendapat dukungan 2/3 Dewan Pengurus Daerah.

"Saat ini partai (Golkar) dalam keadaan terancam karena terancam tak bisa ikut pilkada," kata Akbar saat berbincang dengan detikcom, Senin (11/5/2015).

Kepada DPD I dan DPD II Akbar mengaku pernah menyerukan, bahwa mereka bisa mengusulkan Munaslub untuk menyelesaikan konflik Partai Golkar. "Penyelesaian secara organisasi paling tepat dalam hal genting memaksa adalah Munaslub," kata Akbar.

Terkait ajakan Tommy agar DPD I dan DPD II menghubungi Akbar jika setuju Munaslub, Mantan Ketum Golkar 1999-2004 itu mengaku belum mengetahui. "Mungkin beliau (Tommy) mengambil inisiatif," kata Akbar.

Seorang politisi Partai Golkar yang enggan disebut namanya mengaku setuju dengan digelarnya Munaslub. Alasannya apapun keputusan PTUN nanti belum tentu mengakhiri konflik partai.

"Siapa pun yang kalah pasti akan mengajukan banding," kata dia.

(erd/van)


Berita Terkait