Cegah DBD, Dinkes DIY Perintahkan Pengasapan

Cegah DBD, Dinkes DIY Perintahkan Pengasapan

- detikNews
Selasa, 15 Feb 2005 17:29 WIB
Yogyakarta - Untuk mencegah agar wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak semakin meluas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memerintahkan pengasapan (fogging). Selain gerakan 3 M, pengasapan terbukti masih efektif."Bila memang masih dipandang efektif dan perlu, untuk pelaksanaan fogging, kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten/kota se-DIY," ujar Kepala Dinkes DIY Bondan Agus Suryanto kepada wartawan di kantornya Jl. Kiai Mojo, Selasa (15/2/2005).Selain fogging yang telah dilakukan sejak awal tahun 2005, lanjut Bondan, di kampung maupun desa di wilayah DIY telah dibentuk Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Anggota Jumantik berasal dari ibu PKK bersama warga masyarakat lainnya untuk melakukan gerakan pemberantasan nyamuk.Dikatakan Bondan, saat ini kasus DBD di DIY masih dalam batas normal, belum terjadi lonjakan pasien di rumah sakit dan belum mengarah hingga menjadi kejadian luar biasa (KLB). Pada Januari 2005 tercatat 15 orang penderita DBD. Sedangkan untuk Februari belum seluruh data terkumpul dan terlaporkan."Untuk mengantisipasi bila terjadi lonjakan jumlah penderita DBD, kami menyiagakan Puskesmas, RS pemerintah dan swasta. Sekaligus menggratiskan biaya rawat inap bagi penderita DB dari keluarga miskin," katanya.Ia menambahkan jika ada keluarga miskin yang terkena DBD tidak perlu khawatir karena pemerintah akan membebaskan biaya rawat inap. Ruang rawat inap yang disediakan di Puskesmas, RS pemerintah maupun swasta adalah ruang kelas tiga. "Mereka cukup menunjukan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan," jelasnya. Dinkes DIY juga sedang melakukan penelitian mengenai kemungkinan adanya perubahan gen atau mutasi virus penyebab DBD. Kemungkinan terjadinya mutasi gen ditandai dengan munculnya gejala awal penderita DB yang tidak lazim dan lain dari biasanya."Kasus ini sebenarnya sudah terlihat dari tahun lalu. Kita sudah melakukan penelitian namun hasilnya apa, sampai saat ini belum kita ketahui," paparnya. Menurut Bondan, selama ini DBD disebabkan oleh 4 macam varian virus. Keempat varian tersebut adalah sub virus Dengue (DEN) I, DEN II, DEN III dan DEN IV. Setiap sub virus, memiliki tingkat keganasan berbeda dan spesifikasi tersendiri. "Semuanya pernah terdapat di DIY, namun selama ini kasus terbanyak karena serangan DEN I dan DEN III," katanya. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads