Sutrisno Abdi alias Cipeng nekat menyimpan bondet di koper ayahnya, Rustawi yang akan berangkat umrah. Akibatnya, Rustawi ditahan otoritas Brunei Darussalam. Sementara Cipeng melakukan hal itu karena sakit hati atas perlakuan ayahnya yang menurutnya tidak adil.
"Cipeng ini bukan jaringan teroris, dia hanya melakukan hal ini seperti cara-cara teroris karena sakit hati sama ayahnya. Menurutnya ayahnya pelit dan tidak peduli sama anak-anaknya," jelas seorang perwira polisi kepada detikcom, Senin (11/5/2015).
Dari hasil interogasi, Cipeng mengaku merangkai bondet secara otodidak. Rangkaian bondet serta bahan berbahaya lainnya itu ia persiapkan selama 2 hari sebelum ayahnya berangkat umrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber, rangkaian bom tersebut di buat pada Kamis pukul 12.00-19.00 WIB, sebelum Rustawi berangkat
"Dia belajar membuat bom dari internet melalui Youtube dan bungkus kertas rajah di dapat dari download online internet," terang sumber.
Setelah selesai membuat rangkaian itu, Cipeng kemudian diam-diam menyelinap masuk ke kamar orangtuanya saat mereka sedang salat Subuh. Di dalam kamar itu, ia kemudian memasukkan barang-barang tersebut ke koper ayahnya.
"Kemudian setelah dengar bapaknya ditahan di Brunei, dia kabur ke kampus di Malang," tutupnya.
(mei/fjp)











































