"Sampai saat ini masih diperiksa internal BNN," kata Kepala Humas BNN Slamet Pribadi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (11/5/2015).
A berperan dalam membantu 10 tahanan yang kabur pada Selasa 31 Maret lalu. Mereka menjebol tembok rutan dan kemudian lari berpencar-pencar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada kabar yang menyebutkan A menerima suap ratusan juta dari para tahanan yang kabur itu. Namun Slamet belum mengetahui informasi itu.
"Saya belum diberi tahu mengenai informasi itu," ujar Slamet.
Sembilan dari 10 tahanan itu sudah berhasil diamankan. Dua orang di antaranya bahkan sampai menyeberang ke Malaysia melewati jalur tikus.
Tinggal satu tahanan tersisa yakni Usman Rauf yang belum tertangkap. Namun BNN sudah mengendus lokasi Rauf.
(fjp/nrl)










































