Arroyo Bertekad Hancurkan Kelompok Abu Sayyaf
Selasa, 15 Feb 2005 16:54 WIB
Jakarta - Kelompok militan Abu Sayyaf terus melancarkan aksinya di Filipina. Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo pun bertekad akan menghancurkan kelompok yang disebut-sebut terkait jaringan al Qaeda itu.Statemen ini disampaikan Arroyo menyusul serangkaian pengeboman di tiga kota Filipina pada Senin (14/2/2005) kemarin. Ledakan-ledakan bom di Manila, kota General Santos dan Davao tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 130 orang."Lebih dari sebelumnya, kita tidak boleh mundur, melainkan harus maju untuk memberantas sisa-sisa Abu Sayyaf," tegas Arroyo. "Pemerintah harus memfokuskan operasinya melawan sel-sel teroris," imbuhnya seperti diberitakan AFP, Selasa (15/2/2005).Otoritas Filipina langsung meningkatkan pengamanan di sekitar bandar-bandar udara, terminal bus, pusat perbelanjaan dan kedutaan asing setelah pengeboman tersebut. Gerakan Abu Sayyaf mengklaim sebagai pelaku serangan bom tersebut.Bom pertama meledak di distrik finansial Makati, Manila. Enam orang tewas dan 94 lainnya luka-luka dalam insiden itu. Kemudian terjadi ledakan bom kedua di stasiun bus di Davao yang menewaskan satu orang dan melukai sembilan orang lainnya. Bom ketiga meledak di luar mal di kota General Santos, dan menewaskan lima orang dan melukai 33 lainnya.Kelompok radikal tersebut menyatakan bahwa serangan itu merupakan pembalasan atas "kekejaman" militer Filipina selama operasi memerangi gerilyawan pemberontak di pulau Jolo, Filipina Selatan. Hingga hari ini kontak senjata antara pasukan pemerintah dan gerilyawan masih berlangsung.
(ita/)











































