Tiga kartu saksi itu adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
"Tahun ini pemerintah menyiapkan KIP hampir 4 kali lipat dari tahun 2014. Kami menyisir anak-anak sekolah supaya mereka mendapatkan haknya sebagai 25 persen warga kurang mampu seyogyanya mereka mendapatkan KIP," kata Khofifah usai mengunjungi keluarga penerima Program Keluarga Harapan di Kelurahan Padarni, Manokwari, Minggu (10/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastikan mereka mendapat program KKS karena pemerintah menyiapkan buffer 840 ribu (kartu)," ucap Khofifah.
Khofifah mengatakan di Manokwari ini penerima KKS baru 21 keluarga, penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 2.700 keluarga. Pemerintah daerah diminta untuk betul-betul menyisir dan memvalidasi agar keluarga kurang mampu mendapatkan program ini.
"Setelah kita kelapangan ada masih yang kurang satu dua. Misalnya ada yang anaknya mesti mendapatkan KIP tapi belum, nah yang seperti itu satu tidak akan hangus (haknya) tetap diproses (mendapatkan kartu) karena APBN-nya ada," jelas Khofifah.
Selain itu, Khofifah juga mengatakan rumah yang dihuni oleh keluarga penerima PKH bisa masuk dalam program Kampung Siaga Bencana (KSB). Sebab di kampung tersebut hampir semua rumah berbentuk panggung dan sering terkena pasang air laut. Selain itu juga sering terkena gempa. Rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu itu juga sudah ada yang lampuk, terbukti saat rombongan Mensos datang ada lantai rumah yang jebol karena keberatan beban.
Selain itu di kampung itu juga ada kentongan besar berwarna kuning yang berfungsi untuk memperingatkan warga jika ada bencana. Khofifah juga sempat memeriksa dan mengecek lonceng besar yang terbuat dari besi itu. Posisinya berada di tengah-tengah rumah penduduk.
"Kami sudah menyampaikan ke pejabat Bupati supaya menyisir yang mestinya memang rumahnya layak diintervensi karena anggarannya ada di Kemsos. Silahkan pengajuan," ucapnya.
Program rumah layak huni ini adalah setiap keluarga diberikan bantuan sebesar Rp 15 juta untuk merenovasi rumahnya.
"Mereka yang mendapat program PKH pastikan mereka ditahun ketiga mendapat program rumah tinggal layak huni, tahun keempat dipastikan mereka mendapatkan bantuan usaha produktif atau program KUBE yakni kegiatan usaha bersama. Tahun kelima meminta mereka untuk persiapan keluarga mandiri, tahun keenam siap diwisuda jadi keluarga mandiri," tutup Khofifah.
(slm/try)











































