"Perlu ada juru bicara untuk jadi bumper, jadi tameng. Daripada ketika Jokowi tidak tahu, dia hanya ketawa saja," ujar Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia Agus Pambagio di Kedai Tjikini, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2015).
Agus beranggapan keberadaan jubir kepresidenan akan membuat komunikasi dirinya dengan masyarakat akan lebih mudah. Bahkan jika dianggap sangat penting, Jokowi langsung dapat
memberikan pernyataan.
"Tidak akan menghalangi masyarakat. Ini tidak jadi pembatas Jokowi dengan rakyat, ketika dirasa perlu, dia bisa langsung bicara," terangnya.
"Karena bahaya kalau Jokowi salah bicara, dia presiden dan apa yang diucapkan itu putusan. โDengan adanya jubir, presiden jadi punya waktu juga untuk berpikir," lanjut Agus.
(fiq/erd)











































