Diketahui, RA mempunyai 100-an wanita yang bekerja untuk dirinya. Wanita yang bekerja untuk dirinya berasal dari berbagai kalangan mulai dari Model, artis hingga mahasiswi.
"Mahasiswi ada, model ada, pokoknya dari berbagai kalangan," ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie S Latuheru, saat dikonfirmasi Minggu (10/5/2015).
Polisi juga akan mendalami apakah para wanita yang bekerja untuk RA adalah korban trafficking atau tidak. Menurut Audie, ada juga para wanita yang memang dicarikan kerjaan untuk menjadi penjaja seks.
"Kita cari tahu apakah dia korban atau memang dia sendiri yang mau kerja," ucapnya.
Lantas, apakah wanita yang memang ingin menjadi penjaja seks akan diberi hukuman? Atas pertanyaan itu, Audie akan mempelajari payung hukumnya terlebih dahulu.
"Kita lihat dulu hasil pemeriksaannya," ujarnya.
(rvk/nwk)











































