#SaveSiJambulKuning, Eddy akan Serahkan Kakatua Kesayangannya ke Alam Bebas

#SaveSiJambulKuning, Eddy akan Serahkan Kakatua Kesayangannya ke Alam Bebas

- detikNews
Minggu, 10 Mei 2015 09:48 WIB
#SaveSiJambulKuning, Eddy akan Serahkan Kakatua Kesayangannya ke Alam Bebas
Foto: Jambul kuning milik Eddy
Jakarta -

Gerakan #SaveSiJambulKuning mendapat perhatian dari masyarakat luas, khususnya para pemelihara burung kakatua. Banyak dari mereka yang akhirnya merelakan binatang lucu yang lincah itu untuk dikembalikan ke alamnya.

Salah satu di antaranya adalah Eddy Waluyo (50). Pria asal Bekasi Timur ini mengaku telah lama ingin menyerahkan burung tersebut ke kebun binatang atau balai konservasi.

"Saya sudah coba hubungi ke Taman Mini. Tapi di sana ribet, mesti cek kesehatan dan lain lain," kata Eddy kepada detikcom, Minggu (10/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eddy mengaku mendapatkan burung tersebut 3 tahun yang lalu di Pasar Rawalumbu, Bekasi. Kala itu, ia tengah mengunjungi pameran burung yang digelar secara rutin di kawasan tersebut.

"Ada yang bawa kakatua jambul kuning, diikat pakai rantai. Saya kasihan, saya beli Rp 1 juta waktu itu," kata Eddy.

Meskipun mengaku bukan sebagai pecinta burung, Eddy kemudian memelihara si jambul kuning itu di dalam kandang yang berukuran cukup besar dan melepaskan rantainya. Selama ini ia memberinya makan dengan kwaci dan jagung manis.

"Dia lincah. Senang sekali kalau didekati orang. Tapi kalau sendirian, dia teriak-teriak," ujarnya.

Eddy berencana akan mengembalikan burung kakatua miliknya itu ke Kemenhut. Ia juga bersedia jika ada tim dari Kemenhut yang akan menjemput ke kediamannya. Eddy mengaku baru tahu bahwa kakatua jambul kuning merupakan satwa yang dilindungi pada 2 tahun yang lalu.

"Saya pikir nggak dilindungi, kan di Papua banyak burung kakatua," ujarnya sambil terkekeh.

Menurutnya, belum banyak masyarakat yang tahu bahwa burung kakatua jambul kuning adalah binatang yang dilindungi. Ia menyarankan agar pemerintah memberikan sosialisasi lebih gencar kepada masyarakat.

(kff/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini