"Iya, Hydrant tidak berfungsi," kata Wali Kota Semarang ketika datang ke lokasi kebakaran, Minggu (10/5/2015) dini hari.
Pemadaman pun dilakukan tanpa hydrant tapi menggunakan pasokan air dari tangki-tangki truk pemadam dan juga mengambil air di kali Mberok yang baunya tidak enak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan yang mudah terbakar dan angin kencang membuat api cepat merambat hingga ke Pasar Yaik Permai. Namun kegigihan petugas pemadam kebakaran mulai membuahkan hasil dan api kini tersisa di bagian dalam.
Diperkirakan kerugian mencapai milyaran rupiah karena ada ribuan kios di Pasar Johar. Hedrar menambahkan pihaknya menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Bisa bertambah (kerugian) kalau api tidak segera padam," pungkas Hendrar.
(alg/rvk)











































