Dalam aksinya, Ade meminta para "pasien" perempuan agar bersedia disetubuhi sebagai salah satu syarat agar keinginannya terkabul.
"Itu modusnya, pelaku meminta pasiennya bersedia menikah secara gaib. Kemudian disetubuhi oleh pelaku, tapi apa yang diminta korban tidak pernah terbukti," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan, AKP Puji Astono, Sabtu (9/5/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara ini, korban baru 3 orang. Kita masih kembangan kasusnya, karena dimungkinkan ada korban lainnya," kata AKP Puji. "Pelaku selalu melakukan aksinya di kontrakannya," tambahnya.
IS (34), salahsatu korban yang ditemui di Polsek Bogor Selatan mengaku sudah sejak tahun 2012 "berobat" kepada pelaku. Kepada pelaku, IS meminta agar dibantu dilancarkan usahanya secara gaib.
"Saya pengen usaha lancar. Terus saya dikasih syareat, disuruh nikah gaib. Terus saya digituin sama dia," kata IS saat ditemui.
IS juga mengaku sudah 3 (tiga) kali menjalani ritual "nikah gaib" dan disetubuhi. Selain itu, IS yang merupakan warga Bogor Selatan, Kota Bogor ini juga dimintai uang sebesar Rp 1,5 juta sebagai biaya setiap kali ritual.
"Saya dari tahun 2012 sudah ditipu. Total saya sudah ngreluarin uang Rp 10 juta," ujarnya.
(rvk/rvk)











































