Peristiwa ini terjadi di field hospital Indonesia Peduli Nepal, Satungal, Nepal, Sabtu (9/5/2015). Dokter yang bertugas di RS PKU Muhammadiyah ini mengikuti apel yang dipimpin Direktur Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan.
Tiba-tiba, Junjungan menyampaikan selamat ulang tahun kepada Meiky di hadapan puluhan anggota tim lainnya dan 20 sukarelawan lokal. Spontan saja, beberapa anggota tim langsung menyiraminya dengan air, sehingga mengundang tawa peserta apel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata salah, ternyata semua tim di sini tahu kalau saya ultah dan memberikan selamat semua. Sampai ada acara diguyur segala," tambahnya.
Meiky adalah salah satu anggota tim medis Indonesia Peduli Nepal yang dikoordinir oleh Letkol CKM Alimudin. Ia membantu field hospital Indonesia yang telah melayani 1.100 warga Nepal yang menjadi korban gempa 7,9 SR pada 25 April lalu.
"Jadi terharu dan bangga, ternyata mereka semua perhatian dan kompak. Walaupun rata-rata saya baru bertemu mereka kali ini," ujar Meiky.
Pria yang juga mengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini merasakan berulang tahun 4.424 Km dari keluarga dan kerabat di Jakarta. Namun, dokter yang rela meninggalkan praktek demi korban gempa Nepal ini merasa 'keluarganya' di Satungal membuat hari istimewanya serasa di Tanah Air.
"Jadi tambah semangat untuk bantu korban di sini bareng teman-teman yang kompak. Rasanya mereka sudah seperti saudara sendiri," ucap 'dokter tulang' ini.
(vid/rvk)