Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Balikpapan Mujiono menyatakan, dalam operasi SAR ada beberapa pihak terlibat. Antara lain Satuan Pol Air, TNI Angkatan Laut dan juga tim Health, Safety, and Environment (HSE) PT Pertamina Balikpapan.
"Tadi ada rencana, pihak HSE Pertamina akan menggunakan balon udara untuk membalikkan kapal. Kemungkinan balon itu diletakkan pada salah satu sisi kapal," kata Mujiono yang dihubungi Sabtu (9/5/2015).
Jika penggunaan balon ini terlaksana, kata Mujiono, upaya tersebut tentu akan mempermudah upaya pencarian korban yang masih hilang. Saat ini pencarian korban terkendala karena tabung Elpiji 3 Kilogram yang ada di dalam palka kapal masih terus bergerak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Kepala Kantor SAR Balikpapan Hendra menyatakan, kendati ada penyelam yang sudah berada di lokasi, tetapi upaya pencarian korban tidak bisa segera dilakukan.
"Harus mempertimbangkan keselamatan penyelam. Jangan sampai ada masalah," kata Hendra.
Kapal LCT Daniel 8019 terbalik pada Jumat (8/5) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu kapal sedang dalam perjalanan membawa 37.360 tabung gas Elpiji 3 Kg menuju Tarakan.
Saat kejadian, kapal membawa 7 orang kru. Masing-masing Kapten Kamarlan Siahaan (62), Chip Jublin (32), Juru Mudi 1 Adrian (27), Juru mudi II Muh. Zaenal (29), KKM Bustani (56), Oiler Siswanto, dan masinis 1 Mulyadi (45). Korban yang masih dalam pencarian adalah Kamarlan Siahaan.
(rul/trq)











































