Di dalam balai desa yang luasnya sekitar 15x6 meter tersebut disulap menjadi rumah dadakan. Ada kasur yang berderet di tengah bangunan. Juga ada karpet berwarna hijau untuk tempat mereka duduk. Tampak beberapa keluarga sedang menyantap nasi bungkus sebagai santap siang.
Menurut salah seorang pengungsi, Lisda (33), dirinya sudah mengungsi sejak hari kejadian. Dirinya bersyukur bisa lepas dari musibah meskipun kini harus tinggal sementara di pengungsian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun tinggal di pengungsian, Lisda mengaku tidak kesusahan untuk makan. Dalam satu hari ada jatah makan nasi bungkus yang dibagikan oleh para petugas.
"Makan mah Alhamdulillah sekarang sudah terjamin. Sehari tiga kali," ungkapnya.
Di tempat yang sama Yuyu (40) pasrah dengan musibah yang terjadi. Yuyu berharap pemerintah setempat bisa segera merelokasi mereka. Yuyu sendiri tinggal bersama suami dan ketiga anaknya.
"Enggak mungkin pindah ke sana lagi. Nanti katanya mau direlokasi," ungkap Yuyu sambil satu demi satu membuka kemasan obatnya.
Pantauan detikcom, di lokasi juga terdapat posko kesehatan dan posko bantuan dan dapur umum. Bantuan seperti beras, air minum, sembako terlihat terus mengalir untuk para korban.
(avi/fdn)











































