Pemprov DKI Tidak Gratiskan Biaya Pengobatan Pasien Diare
Selasa, 15 Feb 2005 16:17 WIB
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta tidak akan memberikan pengobatan gratis kepada para pasien penderita diare yang sekarang juga mewabah seperti halnya penyakit demam berdarah dengeu (DBD).Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso usai melantik pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, (15/2/2005)."Kita tidak mungkin memberikan perlakuan yang sama terhadap wabah seperti DBD," kata Sutiyoso. Menurutnya, penyakit diare berbeda dengan DBD. Diare terjadi akibat pola kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti warga yang tinggal dibantaran sungai. Sedangkan DBD akibat virus yang disebarkan nyamuk aides aegepty.Sementara itu mengomentari adanya petugas fogging (pengasapan) yang diteror dengan pistol di kawasan Jakarta Timur beberapa waktu lalu akibat adanya barang-barang penduduk yang hilang setelah pengasapan DBD, Sutiyoso meminta masyarakat tidak melakukan tindakan intimidasi terhadap petugas fogging. "Kalau petugas benar melakukan kesalahan kan bisa lapor polisi," ujarnya.
(umi/)











































