Sabda Raja Jadi Pertanda Selesainya Perjanjian Ki Ageng Giring dan Pemanahan

Polemik Sabda Raja

Sabda Raja Jadi Pertanda Selesainya Perjanjian Ki Ageng Giring dan Pemanahan

Sukma Indah Permana - detikNews
Jumat, 08 Mei 2015 22:49 WIB
Sabda Raja Jadi Pertanda Selesainya Perjanjian Ki Ageng Giring dan Pemanahan
Sri Sultan Hamengkubawono X (Bagus/detikcom)
Jakarta - Sabda Raja yang disampaikan Sri Sultan Hamengkubawono X menjadi tanda berakhirnya perjanjian antara Ki Ageng Giring dengan Ki Ageng Pemanahan. Selama ini perjanjian itulah yang menjadi dasar munculnya Mataram baru di Yogyakarta sesuai dengan perubahan gelar Sultan.

"Dasare perjanjian Ki Ageng Giring sampun rampung mboten saged dipun ewahi (perjanjian antara Ki Ageng Giring sudah selesai dan itu tidak bisa diubah)," kata Sultan.

Hal ini disampaikan Sultan saat memberi penjelasan soal Sabda Raja di Ndalem Wironegaran, Kraton, Yogyakarta, Jumat (8/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sultan menjelaskan, Mataram Lama dari zaman Ken Arok Singosari sampai Kerajaan Pajang. Sedangkan Mataram Baru adalah berdasar pada perjanjian antara Ki Ageng Pemanahan.

"Sekarang perjanjian itu sudah berakhir, dan sudah tidak ada lagi perpisahan antara Mataram Lama dengan Baru," imbuhnya.

Seperti yang dibacakan sebelumnya, isi Sabda Raja Sri Sultan Hamengkubawono X yakni:

"Gusti Allah, Gusti Agung, Kuoso Cipto paringono siro kabeh adiningsun, sederek dalem, sentono dalem lan abdi dalem nampa welinge dawuh Gusti Allah, Gusti Agung, Kuoso Cipto lan rama ningsun eyang-eyang ingsun, poro leluhur Mataram wiwit waktu iki ingsun nompo dawuh kanugrahan dawuh Gusti Allah, Gusti Agung, Kuoso Cipto asma kelenggahan ingsun Ngarso Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuhun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Surya ning Mataram, Senopati ing Kalogo, Langenging Bawono Langgeng, Langgeng ing Tata Panotogomo. Sabda Raja iki perlu dimangerteni diugemi lan ditindakake yo mengkana sabda ingsun."

Dalam bahasa Indonesia, sabda Raja tersebut artinya:

"Allah, Tuhan yang Agung, Maha Pencipta, ketahuilah para adik-adik, saudara, keluarga di Keraton dan abdi dalem, saya menerima perintah dari Allah, ayah saya, nenek moyang saya dan para leluhur Mataram, mulai saat ini saya bernama Sampean Dalem Ingkang Sinuhun Sri Sultan Hamengkubawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Surya ning Mataram, Senopati ing Kalogo, Langenging Bawono Langgeng, Langgeng ing Toto Panotogomo. Sabda Raja ini perlu dimengerti, dihayati dan dilaksanakan seperti itu sabda saya.‎"

(sip/bar)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini