Akan Cabut Lelang Dinas, Ahok: BUMD Butuh Banyak

Akan Cabut Lelang Dinas, Ahok: BUMD Butuh Banyak

- detikNews
Jumat, 08 Mei 2015 20:17 WIB
Akan Cabut Lelang Dinas, Ahok: BUMD Butuh Banyak
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Rengga/detikFoto)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) kecewa dengan para SKPD setiap PNS DKI karena belum menyerahkan lelang proyek program dinas. Meski demikian, Ahok tidak mau ambil pusing.

"Nggak apa-apa. Cabut saja. Ambil duitnya. Duitnya kalau SiLPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) gua ambil. BUMD kan butuh banyak," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).

Ahok juga malas mengimbau mereka agar segera menyusun laporan lelang program. Sebab, sebagian dari pelelangan itu seharusnya sudah dijalankan sejak November 2014 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan saya bilang dari 2014 saja mereka menolak e-budgeting. Sampai e-budgeting 2014 disuruh isi, 2015 kita paksa kalau kamu nggak mau isi ya sudah nggak boleh ikut. Sekarang mereka alasannya apa, sudah ketahuan kok. Alasannya, 'habis e-budgeting sih. Susah'. Kan lucu," ceritanya.

"Harusnya e-budgeting kan lebih mudah. Berarti sistem nggak benar. Biarin saja. Wajar lah saya sudah hitung kok tahun ini hitung-hitung nggak apa-apa," sambung Ahok.

Ahok menjamin pembangunan infrastruktur Ibu Kota tidak akan terganggu. Hanya saja Pemprov DKI tidak dapat melakukan pembangunan GOR seperti direncanakan.

"Ada. Cuma nggak bangun GOR nggak apa-apa. Pembangunan PU oke. Kalau PU semua jalan kalau rusun kita khawatir nggak bisa selesai tahun ini. Kita fokus beli tanah saja," sebutnya.

Sejumlah program yang baru direncanakan terpaksa harus ditunda. Namun Ahok enggan disalahkan karena penerapan sistem e-budgeting dalam APBD 2015, banyak program dan program mangkrak.

"Kan nggak lucu kenapa sih dia nggak mau rancang bangun lelang harusnya itu dilakukan dari November tahun lalu. (Mereka) nggak mau. Kita desak mereka nggak mau. Jadi kesannya disalahin sekarang gara-gara e-budgeting gaji terlambat," terang dia.

"Bagi saya tuh yang penting PTSP beres, bus beres lebih baik duitnya saya tarik. Terus kasih PT Trans Jakarta beli bus baru, terus kasih PSO ke Dinas Perhubungan DKI, Trans Jakarta bisa naik bus murah. Terus Bank DKI naik (kerugian) terus nih karena yang utang-utang lama ekonomi mulai ambruk nih. Lebih baik kita hapusin terus suntik, masukin modal baru," pungkasnya.

(aws/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads