Warga Bekasi, Jawa Barat, ini mendapat burung itu dari seorang tetangga. Dia membelinya karena menurut sang penjual, sudah tak ada yang mau merawatnya.
Selama lima tahun terakhir, Jacob dirawat di sebuah kandang besar di rumah Fadil. Tak pernah dirantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Burung tersebut, kata Fadil, sudah jinak. Jacob juga bisa menyebutkan namanya secara fasih layaknya manusia. "Tapi emang kalau sama orang nggak kenal dia galak," imbuhnya.
Sejak lama, Fadil sudah ingin melepas burung itu ke habitatnya. Namun keinginan itu baru bisa terwujud dan semakin kuat setelah melihat kampanye #SaveSiJambulKuning dan berita tentang kakatua jambul kuning di botol mineral.
"Saya sedih juga lihat burung yang dimasukin botol. Mudah-mudahan kalau dilepas, dia bisa dijaga dengan baik. Nggak dioper-oper atau malah dijual lagi," harapnya.
Fadil sudah mengontak pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta. Dalam waktu dekat proses penjemputan akan dilakukan.
Bagi Anda yang ingin menyusul Fadil, bisa mengontak pihak BKSDA atau datang ke kantor Kementerian Kehutanan di Jl Gatot Subroto, Jakpus. Tim Kemenhut sedang membuka posko penerimaan hewan langka di sana.
Informasi juga bisa disampaikan ke redaksi@detik.com. Bila di lingkungan Anda ada yang memelihara kakatua jambul kuning, silakan juga laporkan ke BKSDA atau kepolisian terdekat dan pasangmata.com. Jangan lupa sertakan kontak telepon yang bisa dihubungi.
(mad/nrl)











































