Menyayangi Hewan Langka Bukan dengan Merawat di Rumah #SaveSiJambulKuning

Menyayangi Hewan Langka Bukan dengan Merawat di Rumah #SaveSiJambulKuning

Idham Kholid - detikNews
Jumat, 08 Mei 2015 17:26 WIB
Menyayangi Hewan Langka Bukan dengan Merawat di Rumah #SaveSiJambulKuning
Jakarta - Taman Margasatwa Kebun Binatang Ragunan menyambut baik gerakan #Savesijambulkuning. Pihak Ragunan menyarankan warga mengembalikan burung kakak tua jambul kuning ke pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Saya kira itu bagus, ada satu kesadaran dari masyarakat untuk kembalikan ke pemerintah, itu dilindungi, statusnya apendik 2, itu kategori langka, dilindungi UU," kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang saat ditemui detikcom di kantornya, Jumat (8/5/2015).

Menurut Wahyudi, pihaknya tidak dapat menerima langsung dari masyarakat yang ingin mengembalikan atau mengembangkan si Jambul Kuning. Namun pihaknya siap menampung burung kakak tua itu setelah diserahkan oleh BKSDA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"‎Sebaiknya ke BKSDA, kewenangan ada di sana. Itu prosedurnya, karena BKSDA lebih berwenang menerima sitaan-siatan dan dari masyarakat. Nanti BKSDA yang menyalurkan ke lembaga konservasi. Kami salah satu lembaga konservasi, siap (menerima atau menampung‎," ujarnya.

‎Wahyudi menambahkan, Taman Margasatwa Ragunan memiliki koleksi sebanyak 50 ekor burung kakak tua jambul kuning. Puluhan burung itu dibagi ke dua kawasan, yaitu area untuk anak dan area biasa.

"Ada koleksi 50 jambul kuning, itu yang sudah cukup dewasa. Belum masuk yang anak-anak yang baru lahir, masih dikarintana," terangnya.

Wahyudi menjelaskan, Kakak Tua Jambul Kuning merupakan burung khas dari Indonesia timur. Burung ini memilki kecerdasan dan kemampuan meniru suara manusia.

"Cukup cerdas, bisa diajar ngomong dia pintar menirukan suara manusia, cerdas dan daya tahannya bagus. Sama saja cerdasnya (dengan beo). Tapi naluri alamnya dia ngomong, nggak diajarin pun dia pinter menirukan," paparnya.

Pantauan detikcom, burung kakak tua jambul kuning di Ragunan itu tampak gemuk dan terawat. Mereka di taruh di dalam kandang berukuran tinggi yang langsung menancap ke tanah.

Seperti kata Wahyudi, burung kakak tua jambul kuning itu tampak fasih menirukan suara saat dipanggil 'kakak tua kakak tua'. Pun begitu juga, si jambul kuning juga mampu menirukan tertawa manusia dengan pengucapan 'hehehe'.

‎"Sebaiknya, bagi yang memiliki dikembalikan ke pemerintah, supaya dikembalikan ke habitat aslinya atau ke BKSDA yang ada. Saya imbau, bahwa menyayangi satwa liar tak harus memelihara di rumah, bisa dilihat di kebun binatang atau margasatwa. Karena makin lama makin terancam nantinya," pungkasnya.

(idh/ndr)


Berita Terkait