Basuki T Purnama tak mempersalahkan siapa pun yang akan mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta pada pilkada 2017. Yang penting, kata Ahok, cagub itu tak mengusung isu SARA dan politik uang.
"Siapa aja boleh tapi jangan main SARA dan money politics," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).
Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, jika ada calon pemimpin yang baik, mengapa harus memilih yang kurang baik. Menurutnya saat ini masyarakat lebih pintar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan politisi Golkar dan Gerindra ini yakin, calon gubernur yang mengusung isu SARA akan ditinggalkan oleh masyarakat. Sebab saat ini masyarakat sudah lebih pintar memilih.
"Isu SARA misalnya. Calon yang ngelempar isu SARA pasti nggak laku, bakal ditinggal, karena rakyat makin lama makin pintar. Ya ada mungkin 10-20% yang masih bodoh (mudah) dibilangin," kata Ahok.
Ahok berharap agar semua calon gubernur berlomba-lomba memberikan yang terbaik bagi warga Jakarta. "Kita berharap semua orang berlomba-lomba untuk beri yang terbaik dan menawarkan yang terbaik buat orang Jakarta," ujarnya.
Survei Cyrus Network Research and Consulting yang dilansir Kamis kemarin menunjukkan, publik Jakarta mendukung Basuki T Purnama (Ahok), Ridwan Kamil, dan Tri Rismaharini (Risma) untuk maju di Pilgub DKI 2017 lewat jalur independen, bukan lewat jalur partai politik (parpol). Ini merupakan "lampu merah" bagi partai-partai politik yang selama ini menjadi kendaraan calon-calon pemimpin daerah.
Ahok bakal menjadi calon incumbent di Pilgub DKI dua tahun lagi itu. Bila berhasil mengalahkan saingan-saingan potensialnya, prediksinya adalah Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), maka Ahok akan menduduki kursi Gubernur DKI lagi.
(kff/nrl)











































