Sebagian publik Ibu Kota ternyata mendukung tokoh-tokoh menempuh jalur independen untuk berlaga di Pemilihan Gubernur DKI 2017. Ini dipandang sebagai ancaman bagi jalur partai politik dalam perebutan kursi Gubernur DKI. Namun Fraksi Partai Gerindra santai menanggapi.
"Calon independen mengancam calon partai politik kalau Ahok yang maju. Kalau bukan Ahok yang maju, santai," kata anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Syarif di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).
Syarat calon independen adalah mengumpulkan dukungan sebesar 7,5 persen dari total jumlah penduduk. Maka calon independen DKI harus mengumpulkan sekitar 750 ribu KTP pendukung.
"Saya kok ragu ya (terhadap kesuksesan bakal calon independen). Karena syarat calon independen itu harus punya 7,5 persen dukungan dari penduduk, dalam bentuk KTP. Kalau dia mampu, ini luar biasa," tutur Syarif.
Gubernur DKI Basuki T Purnama didukung sebagian publik untuk maju di Pilgub DKI 2017 lewat jalur independen. Syarif mengakui bakal tak mudah mengalahkan Ahok di Pilgub 2017 nanti, karena Ahok adalah calon incumbent. Namun bukan berarti jalan yang ditempuh Ahok akan mudah.
Menurutnya, kini masyarakat Jakarta mulai kecewa dengan kepemimpinan Ahok. "Titik-titik kekecewaannya banyak, PBB baik 300 persen, pembatasan lalu lintas ERP, soal transportasi, macam-macam lah," ujar Sekretaris Komisi A DPRD DKI.
Syarat mengumpulkan dukungan bagi calon independen tidak mudah, juga menurut Syarif kekecewaan masyarakat terhadap Ahok juga mulai muncul. Maka Ahok tak perlu cepat gembira dengan hasil survei soal Pilgub DKI 2017 dewasa ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi A (bidang pemerintahan) DPRD DKI ini menyoroti soal kekurangan pemimpin dari jalur independen, yakni pemimpin yang bersangkutan akan mempunyai 'jarak' dengan parpol. Visi dan misi calon independen tentu bisa berbeda dengan parpol-parpol yang ada. Lalu apa gubernur dari independen akan membuat hubungan dengan DPRD menjadi buruk?
"Itu tergantung. Kalau bukan Ahok sih, lancar hubungannya," ucap Syarif santai.
Bahkan Syarif menyarankan agar Ahok maju saja lewat jalur partai politik di Pilgub DKI kelak. "Saran saya, dia bergabung saja ke partai politik. Jimmly Ashiddiqqie pernah menilai bahwa Ahok itu 'kuat di luar' tapi 'lemah di dalam'. Harus ada 'kaki' di parlemen," ujar Syarif.
Survei yang dimaksud adalah survei Cyrus Network yang diselenggarakan pada 24 hingga 30 April 2015. Responden adalah penduduk yang punya hak suara, minimal 17 tahun atau sudah menikah, sebanyak 1.000 orang. Mereka diwawancarai lewat tatap muka. Tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,1 persen.
Berikut adalah hasil survei yang dipaparkan.
1. Kesediaan Publik Memberikan Dukungan untuk Calon Independen:
Berangkat dari pertanyaan, "Apakah anda bersedia memberikan dukungan dengan menyerahkan foto kopi KTP untuk tokoh-tokoh yang maju lewat jalur independen dalam Pilgub DKI 2017?"
Jawaban:
a. Ya, bersedia: 51,0 persen
b. Tidak bersedia: 36,3 persen
c. Tidak tahu/ tidak menjawab: 12,7 persen.
2. Pilihan Jalur Menurut Publik untuk Ahok jika Maju Kembali dalam Pilkada DKI Jakarta
Berangkat dari pertanyaan, "Menurut Anda, jalur apa yang sebaiknya dipilih Ahok saat ini bila ingin maju kembali dalam Pilgub DKI 2017?"
Jawaban:
a. Jalur partai politik: 34,8 persen
b. Jalur independen: 44,8 persen
c. Tidak tahu/ tidak menjawab: 20,4 persen
(dnu/trq)











































