JK menilai konflik perebutan pimpinan pusat Golkar ini bisa mengganggu bagi kader-kader Golkar di daerah. Dia juga meminta agar kedua kubu ini memperhatikan Golkar untuk jangka panjang.
"Tolong sampaikan pada teman-teman, di sisi Ical dan sisi Agung Laksono. bahwa janganlah melihat pimpinan-pimpinan itu, tapi lihatlah (Golkar) di seluruh nasional ini. Masa depan Golkar di daerah-daerah. Biarlah mereka, jangan terusik, jangan terganggu karirnya," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).
JK juga berharap, konflik yang terjadi di Golkar ini tidak mengganggu, terutama bagi pemimpin daerah yang berasal dari Golkar.
"Jangan terganggu kemungkinan dia memimpin menjadi pemimpin daerah dengan konflik di atas. Supaya dilihat kepentingan jangka panjang, jangan dilihat jangka pendek," tegas JK.
JK juga meminta agar kubu Ical dan Agung bisa berembuk dan menyelesaikan persoalan dengan baik. Diusulkan JK kedua kubu untuk sepakat mengajukan calon kepala daerah yang sama, mengingat waktu pelaksanaan Pilakda serentak sudah semakin dekat.
"Ya kita mengusulkan, pasti ada yang setuju ada yang tidak. Tapi nanti kita lihat perkembangannya, daripada Golkar tidak ikut sama sekali," kata JK.
JK sendiri optimis usulannya itu bisa dilaksanakan. Mengingat yang berkonflik tidak semua kader, melainkan hanya pucuk pimpinannya.
"70 Persen kan kira-kira hampir sama. Mereka kan semua teman juga, tidak ada yang 100 persen berbeda. itu juga jalan untuk islah. Kalau sudah duduk bersama-sama, memutuskan, itu islah," ucap JK.
(jor/trq)











































