#SaveSiJambulKuning, Pemerintah Harus Canangkan Perlindungan Satwa Liar

#SaveSiJambulKuning, Pemerintah Harus Canangkan Perlindungan Satwa Liar

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 08 Mei 2015 14:33 WIB
#SaveSiJambulKuning, Pemerintah Harus Canangkan Perlindungan Satwa Liar
Jakarta - Pemerintah diminta lebih proaktif untuk menjaga kelestarian satwa liar setelah mata dunia tertuju pada kasus 'penyekapan' Kakatua Jambul Kuning terungkap di Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Wakil Ketua Komisi IV Viva Yoga Mauladi menyarankan agar pamerintah mencanangkan program pelestarian satwa liar secara nasional.

"Pemerintah harus mencanangkan program nasional untuk perlindungan satwa liar, tidak saja burung kakatua, tetapi juga ratusan hewan yang lain agar tidak punah. Pemerintah (juga harus) membuat pilot project dan area penangkaran secara spesifik di daerah tempat habitat satwa langka itu hidup," ujar Viva kepada detikcom, Jumat (8/5/2015).

Salah satu penyebab sering lolosnya penyelundupan menurut Viva adalah lemahnya penegakkan hukum di bidang lingkungan hidup. Koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah serta bea cukai dan karantina hewan/tanaman juga belum maksimal.

"Ketidakseriusan itu tercermin di anggaran yang dialokasikan kecil. DPR sudah mendesak pemerintah untuk menaikkan anggaran perlindungan satwa liar dan terancam punah, tetapi pemerintah kurang sensitif," imbuh Viva.

Lebih lanjut dirinya juga meminta badan konservasi satwa dunia turut serta dalam melestarikan hewan langka di Indonesia. Pasalnya, perdagangan satwa langka seperti Kakatua Jambul Kuning tentu melibatkan sindikat internasional.

"(Kami) mendesak badan dunia perlindungan burung langka, CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild Flora and Fauna), untuk ikut aktif membantu Indonesia memberantas perdagangan ilegal satwa langka. CITES harus melarang perdagangan satwa langka dari Indonesia yang diselundupkan ke luar negeri," tutur Viva.

(bpn/ndr)


Berita Terkait