Rustawi Tomo Kabul (63) calon jamaah umrah yang kedapatan membawa bahan peledak sejenis bondet, rencananya malam ini akan dikeler kepolisian Brunei Darussalam ke kampung halaman Rustawi di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
"Malam ini CID-nya kepolisian Brunei Darussalam akan datang. Info awal seperti itu (dikeler)," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf kepada wartawan usai salat Jumat di Masjid Nurul Huda komplek mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (8/5/2015).
Kedatangan kepolisian dari Brunei Darussalam ke Malang, Jawa Timur, untuk menyelidiki siapa yang terlibat meletakkan bondet dan peluru di tas koper milik Rustawi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 69 orang calon jamaah umrah asal Jawa Timur sempat tertunda keberangkatan umrahnya. Pasalnya, seorang calon jamaah Rustawi Tomo Kabul (63) kedapatan menyimpan bahan peledak jenis bondet dan 4 butir peluru yang disimpan di kopernya. Benda itu ditemukan saat pesawat transit di Brunei Darussalam pada Sabtu (2/5) pukul 09.00 waktu setempat. Pesawat pembawa rombongan itu sebelumnya berangkat dari Bandara Juanda.
Baru Rabu (6/5) malam, 68 orang termasuk istri Rustawi Tomo Kabul, warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, melanjutkan perjalanannya ke Arab Saudi, sedangkan Rustawi sampai saat ini masih ditahan polisi Brunei Darussalam. Kabarnya ada salah seorang anggota keluarga Rustawi yang sengaja menaruh benda itu.
(roi/ndr)











































