Sukimin pertama ditemukan dalam kondisi lemas oleh warga, Parmin (40) sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (8/5/2015). Saat itu Parmin datang untuk membersihkan area pemakaman yang terletak tidak jauh dari Klenteng Sampokong itu.
"Saya datang mau bersih-bersih makam. Saya kaget waktu lihat orang tergeletak di tengah makam, ada darahnya," kata Parmin di pemakaman Karangsawo, Semarang, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih hidup tapi lemas. Darahnya banyak sekali," ujarnya.
Petugas Polsek Semarang Barat kemudian datang tidak lama kemudian dan langsung membawa sang kakek ke RSUP dr Kariadi Semarang. Di sekitar tempat Sukimin tergeletak ditemukan pisau dan surat wasiat.
Dari surat wasiat tersebut, diduga Sukimin nekat mengiris pergelangan tangannya karena sakit hati dengan perbuatan anak tiri dan dua cucunya. Namun tidak dijelaskan permasalahan apa yang dialami sehingga Sukimin ingin mengakhiri hidupnya.
"Maaf Pak Polisi dengan adanya kejadian ini, saya sakit hati dengan anak tiri saya Setyoningsih serta cucu saya Sutiyono dan Bagas, terima kasih pak Polisi, saya Sukimin," pungkas Parmin yang sempat membaca surat wasiat tersebut.
(alg/rul)











































